BerandaNasionalLagi, Warga Pekauman Bondowoso Temukan Kubur Batu Zaman Purba

Lagi, Warga Pekauman Bondowoso Temukan Kubur Batu Zaman Purba

Narasinesw.idBONDOWOSO – Warga Desa Pekauman RT 08 Kecamatan Gurujugan, Bondowoso kembali menemukan kubur batu peninggalan zaman megalitikum, di dekat Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (PIMB) desa setempat.

Penemuan kubur batu yang merupakan tempat penguburan bagi orang-orang yang dihormati pada masa megalit tersebut, bermula saat warga menggali tanah untuk pembuatan batu bata. Lokasinya juga tidak jauh dari pemukiman warga.

Kepala Desa Pekauman yakni, Giblit, dikonfirmasi Narasinews  hari ini, Rabu (29/6/2022) membenarkan, warganya menemukan kubur batu peninggalan zaman purba.

“Ya, warga menemukan  batu bersejarah itu, tak jauh dari tempat PIMB,” kata Giblit.

Dia mengatakan, penggalian tanah di sekitar lokasi dihentikan. Warga akhirnya pindah lokasi yang lebih jauh. Itu setelah warga melapor, polisi langsung memasang garis polisi di sekeliling galian kubur batu tersebut.

Terpisah, Sub Koordinator Sejarah dan Cagar Budaya, pada Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, Hery Kusdarianto dikonfirmasi mengatakan, pihaknya mengaku dapat laporan warga pada Selasa (21/6/2022) lalu.

Hery mengaku, sehari setelah menerima laporan, ia langsung turun ke lokasi. Pihaknya langsung melaporkan temuan itu ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur.

Menurutnya, kubur batu itu berlokasi di lahan milik warga. Pihaknya masih menunggu rekomendasi dari BPCB dan Disparbud Jatim untuk dilakukan ekskavasi.

“Mengingat kawasan tersebut masuk dalam wilayah cagar budaya provinsi. Kemarin sudah ditinjau,” ujar Hery.

Di lokasi tersebut kata dia, warga juga menemukan fragmen tulang. Hal itu membuat Tim Forensik Unair Surabaya melakukan penelitian terhadap tulang tersebut.

Dikatakannya, tulang itu, untuk mengetahui jenis dan seperti apa peradaban manusia zaman megalitikum di Bondowoso. “Hanya tulang saja, gak ada benda lainnya karena belum dilakukan ekskavasi,” bebernya.

Sementara Antropolog dan Tim Forensik Unair Surabaya, Toetik Koesbardiati mengaku tertarik untuk meneliti tulang yang ditemukan dalam batu Dolmen tersebut.

Menurutnya, jika sudah diketahui secara pasti tulang di batu Dolmen tersebut. Maka dapat menggali kehidupan dan budaya megalitikum di Bondowoso.

“Bondowoso memang terkenal dengan megalitik,” pungkasnya.

Untuk informasi, Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan ini merupakan desa yang paling banyak ditemukan benda purbakala, maka desa ini menjadi pusat utama PIMB sampai saat ini.

Situs megalitikum di desa ini terbilang komplit. Ada menhir, dolmen, sarkofagus, arca, batu kenong, hingga mata uang, semua peninggalan megalitikum tersedia di desa ini.(ubay)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular