BerandaNasionalKunjungi Kakek Patah Kaki di Jember, Mahatmiya Bali : Harusnya Tak Perlu...

Kunjungi Kakek Patah Kaki di Jember, Mahatmiya Bali : Harusnya Tak Perlu Viral

Narasinews.idJEMBERKepala Sentra Mahatmiya Bali, Sumarno Sri Wibowo, mengunjungi Ahmad Noer, 65, warga Dusun Pejitalang, Desa Karang Kedawung, Kecamatan Mumbulsari, Jember, yang hidup sebatang kara di rumah yang terbuat dari anyaman bambu berukuran 2×3 meter di pinggir sungai.

Kehadirannya tersebut merespon pemberitaan yang viral di media massa terkait salah satu warga dengan kondisi fisik yang sangat memprihatinkan. Mirisnya, pria yang akrab disapa Pak Mad alias Pak Nur dengan kaki kiri yang patah sejak 2012 dan kini membusuk itu luput dari perhatian pemerintah setempat.

Wibowo mengatakan, seharusnya warga Indonesia jangan sampai mengalami masalah sosial yang serupa dengan Pak Mad. Pemerintah juga harus peka dan peduli dengan kondisi rakyat kecil yang benar-benar membutuhkan uluran tangan.

“Kita juga dapat beritanya kemarin. Jadi bersama stakeholder seperti RT/RW, Kepala Desa, Babinsa, dan Dinas Sosial, langsung datang kesini (rumah Pak Mad -red) untuk melakukan asesmen,” ucapnya kepada Jurnalis Narasinews.id, Minggu (3/7/2022).

Berdasarkan asesmen sementara, langlah pertawa yang akan dilakukan Wibowo adalah mengupayakan bantuan kebutuhan pokok sehari-hari. Sedangkan dari aspek kesehatan, pihaknya bakal melakukan penanganan cepat terhadap kaki Pak Mad yang 10 tahun tak ditangani.

“Kita juga sudah bekerja sama dengan Puskesmas terdekat untuk memberikan pengobatan. Selain itu, kedepannya kita juga akan memberikan solusi terkait perekonomian Pak Mad dengan memberdayakan kewirausahaan. Setelah berbincang-bincang dengan Pak Mad, beliau mempunyai semangat untuk jualan sembako,” imbuhnya.

Wibowo berharap, kedepannya ketika ada masalah yang serupa dengan Pak Mad, jangan sampai menunggu viral. Dirinya meminta kepada semua pihak desa untuk melakukan pendampingan, baik itu dari RT/RW, Kades, dan seluruh stakeholder untuk bersinergi.

“Kalau tidak mempunyai kemampuan, maka baru dilanjutkan ke Kementerian Sosial (Kemensos – red). Jadi gak perlu sampai viral. Kalau kita ada kepedulian di tingkat desa, permasalahan akan selesai dengan cepat,” tandasnya.

Di sisi lain, Pak Mad, sejak di beritaka hari, Jumat (1/7/2022) lalu, mulai didatangi para pejabat pemerintah hingga tim medis terdekat.

Sabtu (2/7/2022) pagi, ia disambangi Kepala Puskesmas Mumbulsari, Widiarti, bersama Babinsa, DBD, dan RT/RW setempat. Tim medis langsung memberikan pengobatan pertama melucuti penutup luka yang hanya menggunakan kain bekas lalu diganti dengan perban.

Kemudian sorenya, petugas Dinsos menyusul dengan melakukan peninjauan dan asesmen. Mereka mengidentifikasi kebutuhan yang diperlukan untuk Pak Mad. (nul/ros)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular