Koruptor Bank Jatim 25 Miliar Diseret ke Tahanan Kejati Jatim

Narasinews.id
https://www.viva.co.id/berita/nasional/1455769-jaksa-cantik-mia-amiati-resmi-jabat-kajati-jatim

Narasinews.id- SURABAYA– Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Mia Amiati yang baru seminggu dilantik memimpin operasi penangkapan terhadap BA, Kepala Bank Jatim Syariah Sidoarjo dalam kasus dugaan korupsi Bank Jatim Syariah senilai Rp. 25 miliar, dengan modus kredit fiktif.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Mia Amiati, melalui Kasi Penkum Kejati Jatim Fathur Rohman, penahanan yang dilakukan setelah melalui proses pemeriksaan dan pengumpulan barang bukti.

banner 400x130

Dalam kasus korupsi kredit fiktif Bank Jatim Syariah ini BA bekerjasama dengan Yuniwati Kuswandari (60 tahun), warga Desa Sepande, Sidoarjo dan Ario Ardianzah (38), warga Kecamatan Sukolilo, Surabaya. Keduanya adalah mantan karyawan PT Astra Sedaya Finance dan Analis Finance.

Dalam kronologinya melalui pengajuan permohonan pembiayaan Multiguna Syariah ke Bank Jatim Cabang Syariah Sidoarjo dari PT Astra Sedaya Finance Cabang Kediri yang meminjam nama memakai KTP dan KK orang lain.

“Dalam prosesnya semua dikoordinir oleh Moch Una Marnain yang saat itu menjabat sebagai supervisor di PT Astra Sedaya Finance. Faktanya itu fiktif belaka. Itu KTP orang-orang yang hendak melamar pekerjaan di PT Astra Sedaya Finance Cabang Kediri,” kata Fathur Rohman. Kamis (10/3/2022).

Kredit yang diajukan ke Bank Jatim Cabang Syariah Sidoarjo itu diproses oleh analis Ario Ardianzah, yang sudah ditahan terlebih dahulu dua bulan lalu.

PT. Bank Jatim

”Tanpa lewat prosedur yang diatur dalam BPP Multiguna Syariah PT. Bank Jatim Tbk, berkas permohonan hanya sebagai persyaratan formal untuk bisa realisasi pembiayaan Multiguna Syariah,” tegasnya.

Sedangkan Tim Audit internal PT. Bank Jatim Tbk, menyebutkan penyaluran pembiayaan Multiguna pada Unit Usaha Syariah KCS Sidoarjo kepada karyawan ACC Finance dilakukan sejak 2013 sampai 2020.

“Di situ ada beberapa kali restrukturisasi, dan data outstanding terakhir Rp25.570.069.450,64,” bebernya.

Tersangka BA dalam pemberian kredit di bank Jatim Syariah Sidoarjo kepada PT Astra Sedaya Finance (Acc Finance) Surabaya I, dilakukan secara melawan hukum.

Untuk itu BA dijerat pasal Primair pasal 2 ayat 1 juncto pasal 18 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 butur ke-1 KUHP , subsidiair melanggar pasal 3 juncto pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sebelumnya, korupsi terjadi di Bank Jatim dengan nilai 1,4999 miliiar di Cabang Mojokerto. Kasusnya sudah ditangani.

Kali ini, kasus terjadi lagi. Bank Jatim yan kemarin baru diumumkan kinerja terbaik dibanding bank daerah lain dan kenaikan aset 20,45 persen, sebagai warga usaha (corporate citizen) yang taat hukum, Bank Jatim harus mendukung penyelesaian hukum oleh aparat penegak hukum.

Selanjutnya tersangka Yuniwati seorang pengelola kantin di PT Astra Sedaya Finance Surabaya I, sejak 1993 pernah bekerja sebagai staf di “finance and banking” di PT Astra Sedaya Finance Surabaya I hingga pensiun 2016. Sedangkan, tersangka Ario Ardianzah adalah analis pembiayaan di Bank Jatim Cabang Syariah Sidoarjo.

Tersangka Ario Ardianzah tidak melaksanakan tugasnya sebagai analis PT Bank Jatim Cabang Syariah Sidoarjo. Pemberian kredit yang tidak sesuai prosedur itu mengakibatkan kredit macet dengan outstanding per 31 Agustus 2021 sebesar Rp25.573.332.149,00 atau Rp25 miliar lebih.

Ini merupakan perkara korupsi kedua di Bank Jatim dengan modus kredit fiktif yang ditangani Kejati Jatim dalam kurun waktu setahun terakhir. (ism)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.