BerandaPolitikPemerintahanKolaborasi LPEI dan Pemkab Situbondo Genjot Produksi Udang

Kolaborasi LPEI dan Pemkab Situbondo Genjot Produksi Udang

Narasinews.idSITUBONDO – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Kementerian Keuangan RI dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, nampaknya tak main-main dalam meningkatkan produktivitas udang di Kota Santri Pancasila.

Setelah sukses melaunching Desa Devisa Klaster Udang di Dusun Bugeman, Desa/Kecamatan Banyuputih, Jumat (15/7) kemarin. Dua instansi tersebut pun sukses menggelar pelatihan manajemen tambak dan teknik budidaya udang, Kamis (28/7) lalu.

Acara itu diikuti oleh 20 pembudidaya udang di Desa Devisa Klaster Udang yang digelar secara hybrid di Aula UPT Perikanan Budidaya, Dusun Pathek, Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Kamis, 28 Juli lalu.

Direktur Eksekutif LPEI, Riyani Tirtoso, mengungkapkan, kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo. “Disini kita ingin memberikan pembekalan kepada para petambak mengenai manajemen usaha tambak, penyakit udang, dan cara pencegahan, budidaya udang ramah lingkungan, serta cara pengolahan limbah buangan,” ucapnya, Selasa (2/8/2022).

Lebih lanjut, Riyani menjelaskan, seusai pelatihan tersebut pihaknya berharap para peserta bisa meningkatkan standar prosedur dan kualitas udang. “Selain itu, kami juga ingin meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola limbah dengan baik,” tegasnya.

Riyani optimis, bila dikelola dengan baik, pesisir pantai Situbondo ini bisa menghasilkan udang vaname dan windu dalam skala besar. Karena wilayah Situbondo sangat cocok untuk membudidayakan komoditas unggulan ekspor tersebut.

“Perlu kita ketahui bersama ya, komoditas udang Indonesia berkontribusi besar terhadap total ekspor perikanan Indonesia. Yakni sebesar 55,41 persen. Ini Berdasarkan data olahan dari IEB Institute, selama Januari-Mei 2022,” bebernya.

Menurut Riyani, pasar ekspor udang dan olahannya mengalami peningkatan hingga 17,56 persen (YoY) atau mencapai USD 1,27 miliar. “Dengan tujuan negara ekspor yakni, Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Vietnam dan Thailand,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Kadisnakan) Situbondo, Kholil, mendukung penuh pelatihan tersebut. “Selain dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilan dalam membudidaya udang,
pelatihan ini juga bisa menjadi role model bagi daerah lain di Kabupaten Situbondo. Khususnya dalam hal peningkatan kapasitas usaha. Baik untuk sektor UKM maupun desa,” terang Kholil. (ros)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular