BerandaNasionalBupatiKisah Perjalanan Bupati dan 'Kuda Besi' Demi Panen Kopi Berkualitas Tinggi

Kisah Perjalanan Bupati dan ‘Kuda Besi’ Demi Panen Kopi Berkualitas Tinggi

Narasinews.idSITUBONDO– Perjuangan Bupati Situbondo, Karna Suswandi, dari Pendopo untuk sampai di Dusun Taman Dadar, Desa Curahtatal, Kecamatan Arjasa bukanlah perkara mudah. Orang nomor satu di Kota Santri Pancasila ini harus menyusuri jalan sulit dipenuhi lumpur dan bebatuan menggunakan sepeda motor trail, Sabtu (21/5/2022).

Maklum saja, sehari sebelum bupati berangkat, jalan menuju lokasi diguyur hujan deras. Sehingga becek dan berlumpur.

Namun perjalanan sulit dan rasa lelah nampaknya terbayar begitu Bupati dan rombongan sampai di lokasi. Sambutan masyarakat umum, anak-anak SD, hingga para guru begitu hangat. Mereka tampak bangga didatangi oleh pria yang akrab disapa Bung Karna itu.

Bupati juga menyempatkan diri untuk bercengkrama dengan anak-anak SD. Main tebak-tebakan, menanyakan cita-cita, hingga memberikan motivasi kepada mereka. Hal yang sama juga dilakukan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Situbondo yang saat itu juga ikut rombongan ke Taman Dadar.

Syifa, salah satu siswa kelas 6 SD mengaku senang bertemu dengan Bupati. Menurut gadis berkulit putih ini, dirinya sebelumnya tidak pernah bertemu dengan Bupati. Apalagi sampai bercengkrama sedekat itu.

“Saya senang bisa bertemu Bupati. Ini pertama kali. Sebelum-sebelumnya tidak pernah,” ucapnya.

Syifa juga mengaku mendapatkan bantuan peralatan sekolah dari Bupati. Di antaranya tas dan buku.

“Saya juga ditanya lulus SD mau kemana. Saya bilang mau mondok di Ponpes Sukorejo,” ungkap gadis 12 tahun ini.

Pasca berbincang-bincang dengan para calon penerus bangsa itu, Bung Karna melanjutkan perjalanan ke tempat pengolahan biji kopi. Lokasinya tidak terlalu jauh dari SD yang didatangi Bupati. Bahkan bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Di lokasi ke dua ini, Bupati melihat secara seksama proses pengolahan biji kopi. Dari yang awalnya masih lengket dengan kulit berwana kemerah-merahan, hingga menjadi biji kopi yang siap digiling. Sesekali Bupati juga berbincang dengan para pekerja di lokasi.

Begitu selesai, Bung Karna melanjutkan perjalanan ke lokasi ketiga. Masih di Dusun Taman Dadar, Bupati mendatangi kebun kopi milik para petani. Bung Karna ingin memanen kopi secara langsung di lokasi.

Suasana kekeluargaan antara Bupati, petani kopi, para pimpinan OPD dan masyarakat umum benar-benar terbangun. Sesekali terdengar canda tawa di antara mereka.

Dalam kesempatan itu Bupati juga menyempatkan diri untuk mencari tahu pendapatan petani kopi di daerah tersebut. Sekaligus menanyakan kualitas kopi hasil bumi Taman Dadar. Dan setelah ditelaah, kopi Situbondo ternyata cukup berkualitas dan memiliki nilai jual tinggi. Apalagi jika diolah dengan baik dan benar.

“Pengelolaan kopi arabika itu ada SOP nya. Jadi kopi dipetik saat kulitnya berwarna merah. Kalau langsung diolah, harus direndam dulu selama 24 jam atau 36 jam. Yang mengapung harus dibuang. Khawatir ada penyakitnya,” imbuhnya.

Selain itu, dengan proses perendaman yang agak lama, keharuman kopi akan semakin kuat. “Kopi arabika ini harumnya kuat kalau direndam dalam keadaan lama,” terangnya.

Untuk itu, Bung Karna meminta kepada para petani kopi agar menjaga kualitas. Sehingga harga kopi arabika menjadi tinggi. “Karena pembeli itu pasti akan mencicipi rasa kopi itu. Apalagi pembeli dari luar negeri,” bebernya.

Kopi Situbondo

Lebih jauh, Bung Karna menjelaskan, harga kopi arabika dengan kualitas unggul bisa mencapai 12 dolar perkilogram. “Untuk itu, dalam waktu dekat saya akan menggelar Festival Kopi Nusantara. Nantinya di acara itu, saya berharap para penikmat kopi dari berbagai daerah bisa merasakan Kopi Situbondo. Termasuk wisatawan luar negeri,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Petik Kopi Situbondo, Kholil, menerangkan bahwa salah satu tujuan dari acara tersebut adalah untuk menyambut acara Festival Kopi Nusantara yang akan diselenggarakan pada Juni mendatang.

“Nantinya di acara itu akan dihadiri oleh buyer kopi di seluruh Indonesia. Oleh karena itu beliau (Bupati Situbondo -red) menyuruh kami untuk menggelar acara ini,” ujarnya.

Mantan Kepala DLH Situbondo ini menuturkan, di Desa Curahtatal ada 450 hektare lahan kopi. “Yang produksi ada sekitar 320 hektare. Sisanya tanaman baru. Sementara itu, di Desa Kayumas kurang lebih ada 1.000 hektare. Jadi sentra kopi untuk wilayah timur itu ada di Kecamatan Arjasa. Kalau di sebelah barat ada Sumbermalang,” tutupnya. (ros/liz)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular