Berita  

Kepala BKPSDM Bondowoso: Pemkab Belum Perlu Ajukan Kuota PPPK 2022

Narasinesw.id
Kepala BKPSDM Bondowoso, Asnawi Sabil saat diwawancarai oleh awak media. (Ubay/Narasinews.id)

Narasinesw.idBONDOWOSO – Kepala Badan Kepegawaian, Pengembangan, Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bondowoso, Asnawi Sabil menegaskan, pihaknya tidak perlu mengajukan kuota pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) 2022.

Menurut Asnawi Sabil, jumlah PPPK di Kabupaten Bondowoso sebanyak 1.800 untuk formasi guru, sedangkan hari Jumat, 24 Juni 2022, baru 1.058 yang diangkat melalu seleksi PPPK atau CPNS. Sehingga masih ada sisa kuota yang harus dituntaskan, 800 orang.

banner 400x130

“Jadi kita tidak perlu mengajukan lagi, sisa kuota ini yang harus selesaikan. Kalau kita mengajukan lagi harus berapa banyak PPPK yang kita terima. Bondowoso sudah terbanyak begini,” ujarnya di sela acara pelantikan tenaga fungsional di Pendapa Bupati, Kamis (23/6/2022) kemarin.

Hal itu ia jelaskan untuk menepis kabar, bahwa Pemkab Bondowoso tidak mengusulkan formasiĀ  PPPK guru 2022 kepada pemerintah pusat.

Sabil menyampaikan konteksnya bukan mengajukan lagi. Tapi lebih kepada menuntaskan sisa kuota yang tahun kemarin belum selesai.

“Kemarin beredar kabar di luaran, kok Pemkab Bondowoso tidak mengajukan (kuota PPPK 2022 -red). Lah bagaimana mau mengajukan, wong ini kita masih tuntaskan yang sisa kemarin,” beber Sabil.

Dikatakan Sabil, jumlah kuota diberikan oleh pusat sesuai kebutuhan dan kemampuan keuangan daerah. Pemkab Bondowoso tidak bisa gegabah merumuskan seberapa kebutuhan PPPK ini. Karena, kata dia, kemampuan keuangan daerah yang perlu dipertimbangkan.

“Tentunya memang Pemda yang mengajukan, setelah dihitung berapa kekuatan APBD kita untuk membiayai itu,” imbuhnya

Ditanya, apakah Pemkab Bondowoso tak perlu mengajukan kuota PPPK tahun ini, Sabil menjawab bahwa saat ini krannya masih belum dibuka.

Pihaknya masih mau menuntaskan sisa PPPK yang berkisar sekitar 800 orang tersebut. “Kalau kita ngajukan lagi, terus mau jadi berapa PPPK kita ini,” tegasnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua IKA PMII Bondowoso itu mengungkapkan, bahwa se-Jawa Timur, Pemkab Bondowoso yang paling panjang memberikan kontrak kepada PPPK. Yakni 5 tahun. “Itu luar biasa, karena provinsi saja satu tahun, dan kabupaten lain hanya 2 tahun,” pungkasnya. (uby/ros)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.