Berita  

Kenapa Pemkab Jember Gelar Pasar Rakyat di Alun-alun ?

Narasinews.id
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Koperasi dan UKM Jember, Wiwin, menunjukkan salah satu produk UMKM di pasar rakyat, Rabu (22/6/2022). (Zainul Hasan/Narasinews.id)

Narasinews.idJEMBERAlun-alun Kabupaten Jember selama dua hari ke depan bakal dipenuhi lapak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam kemasan Jember Pesta Rakyat 2022.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Koperasi dan UKM, Wiwin, mengatakan lapak tersedia 30 unit. Di sana ada 24 UMKM binaan Dinsos, 4 UMKM lain binaan pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK).

banner 400x130

“Pasar rakyat ini akan berlangsung mulai 22 sampai 23 Juni 2022. Dari pukul 08.00 hingga 22.00 WIB,” ucapnya kepada Jurnalis Narasinews.id, Rabu (22/6/2022).

Selain untuk meraup keuntungan, kata Wiwin, pasar rakyat itu juga bisa menjadi momentum untuk memperkenalkan produk unggulan. Apalagi menjelang pagelaran pesta olahraga provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) VII 2022 yang mulai dipadati pengunjung.

“Jadi mulai ada yang berdatangan. Tentunya mereka akan melihat produk yang terpajang di lapak para UMKM,” tutupnya.

Salah satu UMKM, Imas Sutiyah, mengatakan dia datang ke Alun-alun sejak Selasa (21 Juni 2022) malam, untuk menyiapkan lapaknya. Pukul 08.00 WIB pagi ini semua baru kelar.

“Produk unggulan saya itu ada sambal paruh, sinom, kunyit asam, beras kencur, dan camilan lainnya. Semuanya kami produksi sendiri di rumah, Kecamatan Ambulu,” ungkapnya.

Imas berharap, ke depan pemerintah semakin gencar mengadakan event yang bisa mendatangkan banyak orang dan memfasilitasi para UMKM untuk ikut meramaikan.

“Kalau jualannya di rumah saja itu agak sulit. Soalnya lingkupnya sempit. Kalau ada acara seperti pasar rakyat ini kan bagus. Kami bisa menyentuh pelanggan di luar rumah,” imbuhnya.

Selain itu, Imas juga berharap agar pemerintah menyediakan modal bagi UMKM yang ingin mengembangkan usaha. Sehingga cakupan pasar bisa lebih luas dan mampu bersaing dalam skala besar.

“Paling tidak Bupati Hendy membantu memasarkan produk kami. Supaya branding kami menjadi lebih kuat dan dikenal banyak orang,” ujarnya.

Terkait omzet, Imas memaparkan, dalam sehari, sinom – produk utamanya bisa terjual 50 hingga 100 botol per hari, dengan harga Rp6 sampai Rp7 ribu per botol.

“Kalau lagi mujur ya bisa lebih hanyak dari itu penjualannya. Sedangkan kalau lagi hujan biasanya gak produksi. Soalnya pasti sepi pembeli,” pungkasnya.(nul/ism)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.