BerandaNasionalJatim Tertinggi Mobilitas Penduduk di Masa Mudik Lebaran 2022 dari Total Nasional...

Jatim Tertinggi Mobilitas Penduduk di Masa Mudik Lebaran 2022 dari Total Nasional 85,5 Juta Orang

Narasinews.idSURABAYA– Data survei Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan RI menyebutkan, potensi pergerakan penduduk nasional dalam masa mudik lebaran mencapai 85,5 juta orang melalui berbagai moda transportasi.

Rincianya, memakai mobil pribadi 26,8% atau 22,9 juta orang, bus 16,5% atau 16,9 juta orang, pesawat 16,5% atau 14,1 juta orang, dan kereta api 10,4% atau 8,9 jt orang.

Dari survei itulah terungkap asal perjalanan daerah terbanyak para pemudik adalah Jawa Timur, 14,6 juta orang. Bahkan, setelah dihapusnya syarat tes swab Antigen atau PCR potensi daerah tujuan pemudik Jatim naik 16,8 juta orang.

Gubernur Jawa Timur

Menurut Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat memimpin rapat koordinasi perumusan langkah antisipasi mudik lebaran 2022, di Kota Batu Malang, Sabtu (23/4/2022) sore, untuk itulah diperlukan langkah yang strategis.

“Dari 16,8 juta orang ini 47 persen memakai mobil pribadi. Jadi ini semua harus diantisipasi disiapkan berbagai langkah-langkah mitigasi, langkah-langkah preventif yang bisa mengantisipasi kemungkinan terjadinya penumpukan kendaraan di satu titik serta berbagai upaya perlindungan lainnya,” ungkapnya.

Beberapa langkah antisipatif- mitigatif permasalahan mudik terus dilakukan. Kata Khofifah seperti penanganan kemacetan, optimalisasi pembukaan pintu tol, pembayaran tol dengan sistem jemput bola.

Kemudian penerapan MRLL di titik simpang yang berpotensi kemacetan, serta SPBU dan Rest Area diberlakukan sistem buka tutup bila sudah terjadi kepadatan.

Kemudian untuk pengemudi sepeda motor diarahkan melalui jalur atau rute yang sudah ditetapkan bagi sepeda motor. Sedangkan untuk kawasan atau tempat wisata, dilakukan pengaturan terkait jumlah kapasitas pengunjung serta tempat parkirnya.

“Temasuk antisipasi penanganan kemacetan di beberapa titik yang menjadi lokasi pasar tumpah. Jadi koordinasi dengan pemda kabupaten/ kota ini penting sekali. Termasuk penempatan petugas di lapangan, menyiapkan perlengkapan jalan portable (traffic cone, water burrier). Juga antisipasi petugas di perlintasan sebidang dan perbaikan jalan,” jelas Khofifah.

Khofifah juga meminta bupati dan wali kota di Jatim untuk ikut melakukan langkah-langkah mitigatif- preventif terutama antisipasi adanya lonjakan pengunjung di lokasi wisata.

Terutama di beberapa titik lokasi wisata seperti Telaga Sarangan, Prigen, Tretes, Trawas, Pacet, Kawasan Bromo, Tengger, Semeru, Kota Wisata Batu, dan lain sebagainya.

“Jadi seperti tempat wisata ini harus diperhatikan terkait jumlah atau kapasitasnya. Jadi harus segera dibahas dan didetailkan berapa batasan jumlah pengunjung, ketersediaan jumlah aplikasi peduli lindungi dan sebagainya. Termasuk aplikasi PeduliLindungi itu benar-benar dipakai, jangan hanya sekedar ada dan dipajang saja,” terangnya.

Selain itu, lanjut Khofifah, bupati/walikota diharapkan aktif melakukan koordinasi dan sinergi dengan jajaran baik Polres maupun Kodim terkait adanya pos-pos pengamanan, pos pelayanan dan pos terpadu yang tersebar di berbagai titik di kab/kota.

Untuk Polda Jatim sendiri menyediakan sebanyak 195 Pos Pengamanan (Pos PAM) di seluruh wilayah Jatim, 52 Pos Pelayanan (Pos YAN), dan 10 Pos Terpadu.(ism)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular