BerandaNasionalJasad Wanita Telanjang di Kamar Hotel Ternyata Korban Pembunuhan

Jasad Wanita Telanjang di Kamar Hotel Ternyata Korban Pembunuhan

Narasinews.idSurabaya – Kasus penemuan jasad wanita telanjang berinisal S di Kamar Hotel Jalan Pasar Kembang, Kota Surabaya akhirnya ada titik terang. Polisi berhasil mengamankan PEP, seorang pria asal nganjuk yang membunuh wanita 53 tahun tersebut. Polisi bahkan telah menetapkan tersangka terhadap pria 41 tahun itu.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol A. Yusep Gunawan, dalam konfrensi pers Selasa, (28/6/2022). Menurutnya, pembunuh S merupakan seorang residivis. Yang bersangkutan tercatat berkali-kali melakukan tindak pidana kejahatan yang berbeda-beda.

Kapolrestabes menjelaskan, peristiwa tersebut bermula dari pertemuan korban dan tersangka di sebuah terminal yang ada di Surabaya pada 31 Mei lalu. Dalam kesempatan itu, PEP berupaya merayu korban agar mendapat simpati.

Sekitar pukul 24.00, keduanya sepakat menginap di sebuah hotel daerah Pasar Kembang, Surabaya. Begitu sampai di kamar hotel, korban menuju ke kamar mandi.

Saat itulah, PEP melampiaskan niat jahatnya. Pelaku mendatangi korban dan langsung menyekap mulut S dengan tanganya. Karena meronta dan berusaha melawan, wajah S dibenturkan ke dinding. Tak berhenti di situ, PEP kemudian memasukkan kepala korban ke dalam bak mandi yang terisi penuh dengan air. S pun meninggal dunia di lokasi.

“Pada siang harinya, petugas mengetuk pintu kamar yang dipesan oleh tersangka karena waktu inap tamu sudah habis. Namun tidak kunjung ada respon. Karena itulah,  petugas kemudian membuka kamar tersebut menggunakan kunci cadangan. Setelah berhasil masuk, petugas menemukan jasad wanita tanpa busana di kamar tersebut,”  jelas Kombes Pol A. Yusep Gunawan.

Pihak hotel kemudian langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sawahan untuk dilakukan tindakan lebih lanjut. Tak berselang lama, Unit Reskrim Polsek Sawan dan Tim Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan penyelidikan guna mengumpulkan data-data. Petugas berusaha mencari saksi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) dan mencoba mengecek rekaman CCTV. Tak hanya itu, petugas juga mengecek keadaan tubuh korban. Ditemukan bengkak di sekitar mulut dan beberapa gigi yang lepas.

“Setelah dilakukan autopsi, dapat disimpulkan bahwa kuat dugaan korban dianiaya hingga meninggal dunia,” ucapnya.

Baru setelah itu, petugas berusaha mencari pelakunya. Dan setelah melalui proses yang lumayan panjang, polisi berhasil mengamankan PEP dan menetapkan tersangka kepada yang bersangkutan.

Menurut Kapolrestabes Surabaya, tersangka sudah cukup sering melakukan tindak kejahatan. Terhitung sebanyak sembilan perbuatan pidana yang dilakukan pelaku sejak tahun 2003 hingga 2014. Dia bahkan baru keluar dari penjara pada tahun 2022.

“Yang menjadi motivasi tersangka untuk membunuh korban tak lain adalah ingin menguasai harta benda milik korban. Di mana korban sebelumnya menyampaikan kepada tesangka bahwa dirinya memegang uang tunai sebesar 20 juta. Sehingga tersangka tertarik untuk menguasainya,” jelasnya.

AKBP Yusep pun berharap kejadian tersebut dapat menjadi pelajaran bersama. “Kami ucapkan terimakasih kepada pihak hotel yang telah memasang CCTV. Sehingga memudah kami dalam melakukan pengungkapan. Dan kami juga imbau kepada seluruh masyarakat untuk memasang CCTV. Baik di pinggir jalan atau di serambi rumah. Tujuannya untuk memudahkan pencegahan terhadap kejadian yang tidak diinginkan,” jelasnya. (neng/liz)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular