BerandaNasionalJanji Dinikahi, Anak SMP Ini Rela Dijamah Petani Sawit

Janji Dinikahi, Anak SMP Ini Rela Dijamah Petani Sawit

Narasinews.idBARITO UTARA– Akhirnya jajaran Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah, menggrebek rumah kontrakan yang dihuni PI, 25 tahun, pelaku pencabulan terhadap Bunga (13), anak di bawah umur yang masih duduk di bangku SMP setempat, Rabu (23/3/2022).

Pelaku sebelumnya, berhasil mempedayai Bunga, karena rayuannya akan bertanggungjawab dan siap menikahi korban jika hamil. Korban yang semula keukeuh akhirnya takluk juga. Petani sawit ini akhirnya dengan leluasa menjamah tubuh Bunga.

Kejadian berlangsung hingga beberapa kali. Perasaan dan hati gadis ingusan ini terus berontak dan berkecamuk. Tapi takut dimarahi oleh orang tuanya.

Terbongkarnya kasus ini berawal dari korban yang ketakutan hingga akhirnya melaporkan kejadian itu ke orangtuanya.

Bak disambar petir di siang bolong. Orang tua korban langsung melakukan pelaporan. Polisi pun dengan gerak cepat merangsek ke rumah kontrakan pelaku, PI.

“Setelah mendapat laporan itu, korban kita visum. Dari hasil visum itu kita datangi rumah pelaku, di kontrakannya, ” ujar Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, Reskrim Polres Barito Utara, Ajun Inspektur Polisi Dua Tatang Rukhiyat.

Menurut Aipda Tatang, polisi berhasil mengidentifikasi alamat pelaku dan melakukan penggerebekan. Proses penangkapan terhadap pelaku berjalan mulus.

Pelaku tidak sadar akan ditangkap. Begitu usai dari kebun dia dicokok polisi. Namun, sebelumnya pelaku PI, sempat berontak dan menolak jika disebut memperkosa. Karena menurutnya, hubungan itu atas dasar suka sama suka.

“Semula mengelak. Kemudian mengaku atas dasar suka sama suka. Selanjutnya setelah kita tunjukkan visum dia akhirnya mengakui semua perbuatannya, dengan menjanjikan menikahi korban dan membujuk rayu, ” ujar Tatang, usai dari kontrakan pelaku di Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara.

“Saat kali dia mengelak, kita tunjukkan bukti visum maka dia langsung tertunduk, mengakui semua perbuatannya. Pelaku mengakui telah berhubungan selama tiga kali di kontrakannya,” imbuh Tatang.

Selanjutnya, dari rumah kontrakan pelaku disita sejumlah barang bukti antara lain sprei, dan sejumlah pakaian pelaku. Termasuk pakaian korban saat dikenakan.

Korban

Bunga, korban bujuk rayuan pelaku ini takut jika dia hamil. Selama menyimpan rahasia itu, dia semakin gelisah hingga nekat menceritakan kepada orangtuanya. Korban dijanjikan pelaku bahwa jika hamil akan segera dinikahi.

“Korban bersedia disetubuhi atau dicabuli karena tersangka merayu korban dengan perkataan bahwa kalau korban hamil dia akan bertanggung jawab menikahinya. Tersangka menyetubuhi korban di kos-kosanya. Tersangka dikenakan pasal Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara,” bener Tatang lagi.

Saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan penyidik. Ulah bejat pelaku ini menambah daftar kekerasan terhadap anak di bawah umur terkait perilaku seks menyimpang. (ism)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular