Helluuk…! KPK OTT Pengadilan Negeri Surabaya

KPK OTT Pengadilan Negeri
Plt Jubir KPK, Ali Fikri (Foto : Antara-Humas KPK)
banner 400x130

Narasinews.idSURABAYA– Komisi anti rasuah Indonesia yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) , menyasar operasi tangkap tangan Kantor Pengadilan Negeri Kota Pahlawan Surabaya. Operasi tangkap tangan (OTT) ini KPK berhasil meringkus seorang oknum hakim, panitera dan seorang oknum pengacara.

Para pelaku ini usai ditangkap langsung diamankan untuk dilakukan pemeriksaan awal. KPK meminjam gedung Kepolisian Daerah Jawa Timur untuk melakukan pemeriksaan awal sebelum akhirnya diberangkatkan ke Jakarta.

banner 400x130

Operasi tangkap tangan ini sempat membuat suasana di Kantor Pengadlan Negeri (PN) Surabaya di Jalan Arjuno Surabaya Jawa Timur, hening.

Keramaian PN Surabaya terpecah. Kedatangan KPK yang meringkus secara OTT dan membawanya keluar gedung berikut barang bukti membuat suasana sedikit ‘mencekam’.

Hilir mudik para pencari keadilan yang biasanya berjubel kemudian memendar dalam waktu singkat.

Menurut Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri, tiga orang ditangkap adalah hakim dan panitera Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dan seorang pengacara.

KPK melakukan operasi tangkap tangan di Surabaya

“Benar pada hari Rabu (19/1) KPK melakukan operasi tangkap tangan di Surabaya, Jawa Timur, dugaan tindak pidana korupsi pemberian dan penerimaan uang terkait dengan penanganan perkara di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya,” ujar Ali Fikri, Kamis (20/1/2022).

Sayangnya, Juru Bicara KPK ini belum bisa menjelaskan secara rinci mengenai keterlibatan dalam perkara apa ketiga oknum tersebut. Menurutnya, saat ini tim KPK masih melakukan permintaan keterangan dan klarifikasi kepada pihak-pihak yang diamankan.

Dan sesuai ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu selama 1 x 24 jam untuk menentukan status dari pihak yang ditangkap tersebut.

“Waktu yang dibutuhkan KPK maksimal 24 jam untuk menentukan sikap dari hasil seluruh pemeriksaan yang masih berlangsung saat ini,” kata Ali.

Menurutnya, bahwa pemeriksaan dan klarifikasi agar dapat menyimpulkan apakah dari bukti awal benar adanya peristiwa pidana korupsi.

“Kemudian apakah ditemukan pihak yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum atau tidak, perkembangannya akan kami sampaikan lebih lanjut,” tambah Ali.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Surabaya Martin Ginting membenarkan adanya OTT KPK tersebut. Saat ini ruang oknum hakim tersebut sudah disegel petugas KPK.

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.