BerandaNasionalHampir 100 Tahun Berdiri, NU Baru Ingin Bangun RS di Jember

Hampir 100 Tahun Berdiri, NU Baru Ingin Bangun RS di Jember

Narasinews.id-JEMBER– Ketua Umum Nahdlatul Ulama (NU), KH Yahya Cholil Staquf, melakukan peletakan batu pertama di lahan yang rencananya akan dipakai untuk mendirikan rumah sakit (RS) NU Jember.

Lokasi tersebut berada dalam kawasan Gedung Baladhika NU di Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari. Gedung Baladhika yang telah lama mangkrak itulah cikal bakal alih fungsi menjadi rumah sakit.

KH Yahya dalam pidatonya mengatakan, pendirian RS sebagai tanda amplifikasi NU di masa sekarang. Sebab, NU kekinian mulai berpikir untuk memperlebar cakupan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, NU di Jember telah berdiri hampir 100 tahun mulai sejak tahun 1937 atau selisih sedikit dengan kelahiran NU pada tahun 1926.

Ulama yang akrab dengan sapaan Gus Yahya itu menuturkan, pada mulanya NU hanya berfokus di bidang bimbingan keagamaan. Apalagi, situasi saat NU berdiri sedang menghadapi gejolak pergerakan kemerdekaan di masa penjajahan Belanda.

“Pendiri-pendiri NU dulu belum kepikiran membuat rumah sakit. Karena, yang terpikir hanya hikmah terhadap agama supaya para kyai lebih berdaya membimbing masyarakat. Itu jaman kolonial,” ujar Gus Yahya.

Kala memasuki era kemerdekaan pun, NU masih melanggengkan tradisi ruang gerak organisasi pada basis keagamaan. NU bahkan dianggap sebagai musuh oleh pemerintahan Orde Baru yang dikendalikan Presiden Soeharto. Maka, NU pun hanya berkutat di lingkungan pesantren.

“Sampai-sampai ada ungkapan bahwa NU adalah pesantren besar, sedangkan pesantren adalah NU kecil. Itu benar, karena NU selalu memperkuat ikhtiar yang sejak dahulu dilakukan oleh para kyai-kyai,” kata pengasuh Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu.

Rupanya, dalam perkembangan NU, hal demikian dirasa belum sepenuhnya cukup untuk menjawab tantangan masa sekarang. NU ingin beranjak ke langkah yang tidak melulu perihal tradisi.

Gus Yahya berujar bahwa ranah sosial, ekonomi, dan kesehatan harus juga dijangkau oleh NU. Mengingat, NU secara ideologis sangat mengakar dalam kalangan pemeluk agama Islam di Indonesia.

“Sekarang NU mesti bergerak ke sosial ekonomi. Kita mendirikan rumah sakit disini. Mengharap NU bisa memberikan maslahat yang optimal, menyediakan layanan masyarakat. Karena berdasarkan survei ada 60 persen penduduk muslim di Indonesia mengikuti NU. Jadi, sekurang-kurangnya jumlah pengikut NU sebanyak 120 juta orang,” urainya.

Bupati Jember Hendy Siswanto

Tampaknya, Gus Yahya tatkala berpidato ke hadapan nahdliyin maupun para pejabat serta politikus tidak luput  meletakkan dasar kesadaran dan logika dalam konteks hubungan antara NU dengan kekuasaan. Ia mengatakannya di momen acara yang termasuk dihadiri oleh Bupati Jember Hendy Siswanto, juga sejumlah anggota DPRD setempat.

“Mudah-mudahan ikhtiar rumah sakit ini sungguh-sungguh secara cepat memenuhi kebutuhan warga masyarakat lebih luas. Nanti kalau kita jalankan, NU membantu kurangi beban pemerintah. Karena sejatinya urusan hajat hidup warga itu kewajiban pemerintah, bukan NU. Jadi, kalau Bupati menyumbang berarti memenuhi sebagian kewajibannya,” selorohnya disambut tawa.

Usai menyelesaikan pidatonya, Gus Yahya menuju tempat galian pondasi di tanah kosong sisi barat Gedung Baladhika. Ia berdoa sembari meletakkan batu dengan adukan semen dan pasir.

Hal serupa dilakukan oleh Bupati Hendy dan Rais Syuriah NU Jember KH Muhyiddin Abdusshomad. Tampak disaksikan Sekretaris Jenderal PBNU Syaifullah Yusuf dan juga para pengurus NU Jember.

Hendy menyampaikan pembangunan RS oleh NU sangat ditunggu-tunggu warga Jember. Pasalnya, Bed Occupation Rate (BOR) dari 13 RS yang ada di Jember saat ini hanya 46,1 persen.

“Ini niat yang luar biasa dari warga NU Jember. Kalau bisa izinnya RS ditandatangani sekarang. Kita minimal masih kekurangan 836 Bed lagi. Jadi kami sangat mendukung dan akan mensuport penuh pendirian RS NU ini,” kata dia.

Hendy menginginkan, RS NU nanti bisa fokus pada beberapa praktek spesialis. Misalnya, spesialis jantung dan kanker yang saat ini masih sangat kurang.

“Kami akan support penuh, mudah-mudahan tahun depan RS NU ini bisa diresmikan,” ujarnya. (Tris/liz)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular