BerandaAdventorialGunakan DBHCHT, Pemkab Situbondo Bakal Bangun Gudang Tembakau

Gunakan DBHCHT, Pemkab Situbondo Bakal Bangun Gudang Tembakau

Narasinews.idSITUBONDO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo berencana membangun satu unit gudang tembakau di akhir tahun 2022. Sumber anggaran program tersebut berasal dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).

Kabid Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Situbondo, Basmalah, mengatakan rencana pembangunan gudang tembakau itu akan diletakkan di Kecamatan Besuki atau Banyuglugur. “Kenapa kami taruk sana, karena wilayah barat Situbondo menjadi sentra penghasil tembakau,” ucapnya kepada Jurnalis Narasinews.id, Rabu (3/8/2022).

Lebih lanjut, pria asal Desa Duwet, Kecamatan Panarukan ini menggunakan, total anggaran yang disiapkan untuk merealisasikan pembangunan gudang tembakau itu berkisar Rp800 juta. “Arahan dari Bapak Bupati kita (Situbondo -red) harus punya gudang tembakau. Jadi kami siap untuk melakukan itu,” tegasnya.

Bila pembangunan gudang tembakau tersebut terealisasi, Basmalah berharap para petani tembakau bisa memanfaatkan dengan baik. “Jadi sewaktu-waktu harga jual tembakau anjlok, petani bisa menyimpannya di sana (gudang tembakau -red). Sehingga bila harga tembakau mahal bisa langsung dijual,” pungkasnya.

Informasi tambahan, selain memberikan perhatian kepada jamaah haji, dalam berbagai momen, Pemerintah Kabupaten Situbondo senantiasa mengajak masyarakat untuk ikut memberantas peredaran rokok ilegal.

Sebab keberadaan rokok ilegal sangat merugikan negara. Karena tidak memberikan pemasukan dari sektor cukai. Sehingga berdampak terhadap penerimaan pemerintah daerah dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).

Sementara jumlah DBHCHT Pemkab Situbondo tahun 2022 sebesar Rp55.748.515.000. Dana tersebut dikelola oleh beberapa OPD. Di antaranya Dinsos, Diskoperindag, iaDisnaker, Dispertangan, Dishub, dan Dinas PUPP, Satpol PP, RSUD dr Abdoer Rahem, RSUD Besuki, serta RSUD Asembagus.

Dana jumbo tersebut digunakan untuk pembangian BLT, pelatihan kerja, pembagian pupuk urea gratis kepada petani, pemasangan PJU, pembangunan RTLH, progam Tolop (tutup lubang -red), pembangunan jamban keluarga, progam sehat gratis (Sehati), penurunan angka stunting, pengadaan alat kesehatan (Alkes), rehap gedung rumah sakit, sosialisasi tentang cukai dan operasi pasar rokok ilegal. (ros/adv)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular