Gubernur Khofifah Getol Ajak Masyarakat Belanja Produk Dalam Negeri

Narasinews.id
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa melihat produk produk UMKM, Minggu (22/5/2022). (Ism/Narasinews.id)

Narasinews.idBANGKA BELITUNGPresiden RI Joko Widodo untuk kali kesekian mendorong aksi belanja nasional dan daerah produk dalam negeri melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI). Masyarakat seluruh Indonesia diajak lebih mencintai dan membeli produk Indonesia.

Menurut Jokowi, dengan membeli maupun memakai produk dalam negeri, akan bisa menggerakkan usaha rakyat dan meningkatkan ekonomi negara.

banner 400x130

Untuk itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga mengajak masyarakat Jawa Timur untuk belanja dan memakai produk lokal.

Produk tak hanya barang, bisa obyek wisata, baik wisata alam maupun wisata budaya.

Kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat kunjungan ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk misi dagang di Pangkal Pinang, Selasa (24/5/2022), saat ini berbagai upaya telah dilakukan di tiap kabupaten/kota untuk menggairahkan ekonomi pasca Covid-19 melandai.

Khofifah mencontohkan Kota Surabaya, yang sedang menggelar rangkaian kegiatan meramaikan Hari Jadi Kota Surabaya, 31 Mei.

Acara mulai awal Mei,yakni Surabaya Shopping Festival dari tanggal 1 hingga 31 Mei, digelar serentak di 39 unit mall di Kota Surabaya bekerja sama dengan Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI).

Beberapa rangkaian antara lain Minggu (22/5/2022) malam , digelar Festival Rujak Uleg 2022 yang melibatkan 700 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kuliner di Kota Pahlawan, dengan beragam kostum unik.

Pesertanya pun beragam, mulai dari dinas di lingkup Pemerintah Kota Surabaya, perusahaan swasta, BUMN, Kecamatan, Kelurahan, Komunitas, perwakilan kota sahabat serta perwakilan negara sahabat.

“Saya berharap ajang ini dapat menjadi kebangkitan perekonomian masyarakat Jatim khususnya UMKM di Kota Surabaya,” ujarnya.

Mengutip pernyataan Presiden Jokowi, gejolak perekonomian global dapat diatasi dengan strategi membelanjakan uang, baik Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), swasta, maupun masyarakat untuk membeli produk dalam negeri.

“Minimal 40 persen belanja pemerintah pusat dan daerah, serta belanja barang dan modal Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus dialokasikan untuk membeli produk dalam negeri, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” ungkapnya.

Gubernur Jawa Timur

Menurut Khofifah, ini juga merupakan bentuk tindaklanjut atas target pemerintah pusat kepada Jawa Timur agar merealisasikan APBD untuk belanja produk dalam negeri (PDN) dan UMKM senilai Rp 26,8 triliun di 2022.

Target belanja PDN itu merupakan bagian dari target belanja APBN dan APBD untuk UMKM dan PDN sebesar Rp400 triliun dari seluruh kementerian dan pemerintah daerah.

“Di momen baik ini, kembali saya mengajak semuanya, saatnya gotong royong memulihkan ekonomi rakyat melalui belanja produk lokal. Baik dari sisi APBD maupun dari masyarakat juga,” tandas Khofifah.

Sebagai informasi, berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Jatim, sebanyak 93,37% atau 9,13 juta unit UMKM di Jatim ditopang usaha mikro. Sedangkan 5,92% atau 579.567 unit merupakan usaha kecil, yakni yang memiliki pendapatan antara Rp300 juta hingga Rp2,5 miliar per tahun.

Sisanya, yang tergolong usaha menengah dengan penghasilan lebih dari Rp2,5 miliar per tahun, berkisar 0,70% atau 68.835 unit. Ini berarti usaha mikro merupakan penopang utama di Jatim.(ism)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.