BerandaNasionalGelar Pasar Santri Ramadan, UMKM Pesantren Jember Ketiban Berkah

Gelar Pasar Santri Ramadan, UMKM Pesantren Jember Ketiban Berkah


Narasinews.idJEMBER – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tersenyum girang lantaran diberi kesempatan memamerkan produk unggulannya di pasar santri ramadan (PSR) Alun-alun Jember yang di selenggarakan oleh pemerintah setempat. Apalagi Wakil Gubernur, didampingi Bupati Jember mengunjungi PSR dan melihat langsung produk mereka.

Salah satu pelaku UMKM dari Pondok Pesantren (Ponpes) Ihya’us Sunnah Al Hasany asal lereng Gunung Argopuro, Imam Bukhari, merasa senang dengan adanya PSR tersebut. Sebab hal itu bisa mendorong produktivitas santri dalam berwirausaha.

“Kami sendiri memiliki produk kopi yang kami beri nama brand BIKLA Barokah Ibrahimy. Kopi ini merupakan hasil buah biji dari petani asli lereng gunung Argopuro,” ucapnya kepada Jurnalis Narasinews.id, Sabtu (23/4/2022).

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Banyuputih Situbondo ini menjelaskan, di lereng gunung Argopuro, pihaknya melihat adanya kopi lokal yang berpotensi besar menembus pasar Nasional. Sehingga pada 2019, dia memulai usaha untuk mengelola hasil kekayaan alam itu menjadi produk yang menghasilkan nilai ekonomi yang berlipat ganda.

“Jember merupakan daerah penghasil kopi. Ada sekitar 50 Hektare lahan kopi. Sehingga kami tertarik untuk mengangkat produk lokal menjadi brand yang tidak kalah saing dengan produk di luar daerah,” imbuhnya.

Sebelum Pandemi Covid-19, kata Imam, produksi BIKLA pernah menembus omzet sebanyak Rp400 Juta perbulan. Bahkan sampai Rp30 Miliar pertahun.

“Tapi sejak ada Pandemi, penjualan BIKLA menjadi tidak stabil. Bahkan turun drastis. Kondisi pasar sangat terganggu. Tapi Alhamdulillah, kami berhasil bangkit dari cobaan itu. Sehingga saat ini kami bisa memproduksi BIKLA sebanyak 2 ton perbulan,” jelasnya.

Imam menambahkan, pengelolaan usaha atau produksinya itu sementara ini ditangani di Pesantren. Namun pihaknya sudah mempunyai perusahaan distributor untuk menyalurkan produknya ke berbagai daerah.

“Melihat respon pasar yang sangat bagus, kami optimis ke depan BIKLA akan tambah maju. Makanya, target kami bisa meningkatkan memproduksi dari 2 ton menjadi 10 ton perbulan,” ungkapnya.

Imam berharap, di pesantren-pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia harus mempunyai produk unggulan yang bisa meningkatkan ekonomi sekitarnya. Sehingga masyarakat menjadi lebih mandiri.

“Beberapa santri juga ikut membantu kami disini. Sehingga mereka bisa belajar langsung tentang wirausaha yang nantinya Insya Allah bisa berguna bagi kehidupan mereka,” tutupnya.

Di sisi lain, Bupati Jember, Hendy Siswanto, mengatakan dirinya berupaya keras menyediakan ruang bagi pelaku UMKM agar ekonomi masyarakat kembali bangkit. Sebab sejak 2 tahun terakhir ini mereka dilanda bencana pandemi Covid-19.

“Jember ini mempunyai sumber daya alam (SDA) yang bagus. Makanya sering saya sampaikan, jangan jual bahan mentahnya. Tapi bagaimana bahan mentah itu di proses lagi menjadi olahan. Sehingga mempunyai nilai profit yang lebih,” ujarnya

Ketua DPP Partai Demokrat

Sementara, Ketua DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, sangat mengapresiasi di selengkapnya PSR. Sebab hal itu bisa mendorong pelaku UMKM, terutama santri dan pesantren, untuk terus bergerak memajukan perekonomian.

“Harapannya, kedepan program seperti PSR ini terus berlanjut. Supaya warga mempunyai ruang untuk menyalurkan kreatifitasnya,” ucapnya.

Secara terpisah, Wakil Gubernur (Wagub) Jatim, Emil Dardak, yang hadir di acara pembukaan PSR mengatakan, selain diajarkan ilmu agama, santri hendaknya juga di bekali ilmu tentang wirausaha. Supaya bisa membangun perekonomian secara mandiri.

“Oleh sebab itu kami datang supaya bertemu langsung dengan mereka. Sehingga bisa memberikan dukungan agar santri dan pesantren terus maju,” pungkasnya.(nul/isma)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular