Enak Yaa, Kuras Bank Danamon 24 Miliar Diganjar 42 Bulan Penjara

Diganjar 42 Bulan Penjara
Direktur CV Surya Mandiri Rattanindo Chandra Liem Sugiarto. Berbekal tampang meyakinkan dia menguras uang Danamon Bank sebesar Rp.24 miliar, Selasa (18/1/2022). (Istimewa)

Narasinews.idSURABAYA– Ini pelajaran berharga bagi dunia perbankan. Jangan tampang meyakinkan yang diberi kredit. Kalau tidak bernasib sial seperti ini.

Adalah Direktur CV Surya Mandiri Rattanindo Chandra Liem Sugiarto. Berbekal tampang meyakinkan dia menguras uang Danamon Bank sebesar Rp.24 miliar.

banner 400x130

Modusnya memakai surat-surat jaminan dan administrasi palsu. Dia berhasil mempedayai Bank Danamon. Meski sebenarnya pengajuan kredit di Bank ini juga cukup sulit.

Akibat perbuatannya Candra Liem divonis bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya yang menyidangkan kasusnya.

Dia pun diganjar 3 tahun penjara dan 6 bulan atau sekitar 42 bulan penjara. Dia dinyatakan terbukti bersalah dan meyakinkan mengunakan surat palsu untuk fasilitas kredit di Bank Danamon Cabang Surabaya sebesar Rp.24 miliar.

“Dijatuhkan hukuman pidana kurungan selama 3 tahun dan 6 bulan penjara untuk selanjutnya diperintahkan dimasukkan ke tahanan setelah dikurangi masa lamanya yang dijalani,” ujar Ketua Majelis Hakim Itong Isnaeni saat membacakan amar putusannya di ruang Garuda 2, Kantoe Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (17/01/2022).

Majelis Hakim Itong Isnaeni, dalam amar putusannya menegaskan bahwa terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melangar pasal 264 ayat 2 KUHP dengan menjatuhkan pidana penjara selama 3 tahun dan 6 bulan.

Kemudian majelis hakim memberikan kesempatan untuk menyatakan apakah terdakwa menerima putusan tersebut, menyatakan banding atau masih pikir-pikir yang disampaikan sampai 14 hari.

Di tempat yang sama, usai sidang Darwis SH, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengatakan, bahwa putusan terhadap terdakwa 3 tahun dan 6 bulan masih menunggu keputusan sikap dari terdakwa. Jika terdakwa banding maka Jaksa akan melakukan banding.

“Kalau dia banding maka kami juga akan banding,” ujarnya.

Usai menerima putusan dan vonis PN Kota Surabaya, Chandra Lim Sugiarto, digiring memasuki mobil tahanan dikawal Jaksa dan Polisi.

Saat ditanya sikap atas putusan majelis hakim, terdakwa tidak menjawab. Hanya menunjukkan jempol kepada wartawan.

Sekadar diketahui, modus pelaku menguras uang Bank Danamon memakai berkas akta persetujuan nomor 5, pada 11 Oktober 2018 diterbitkan oleh notaris Musdalifah, SH, MKn. Surat itu dipakai mengajukan kredit di Bank Danamon Cabang Gubenur Suryo Kota Surabaya.

Surat pengajuan kredit itu memakai formulir pemohon perusahaan CV. Surya Mandiri Rattanindo. Direkturnya adalah terdakwa. Anehnya, PT. Bank Danamon menyetujui kredit kepada CV. Surya Mandiri Rattanindo, dengan jaminan tanah dan bangunan yang terletak di Kabupaten Lumajang Jawa Timur, dengan plafon kredit Rp.24 miliar.

Hal itu sesuai surat Bank Danamon Nomor: 540/OL/X/2018 tanggal 5 Oktober 2018, perihal surat penawaran fasilitas kredit.

Apa jaminan CV Surya Mandiri Rattanindo ?

Debitur atau terpidana Chandra Liem menjaminkan tanah dan bangunan di Lumajang itu kepada PT. Bank Danamon Indonesia Cabang Gubernur Suryo.

Namun, praktik kecurangannya terjadi di sini, akta notaris yang diajukan tidak sama dengan akta notaris yang disimpan di Notaris Musdalifah, nomor 5 tanggal 11 Oktober 2018.

Akta nomor 5 itu adalah akta perjanjian sewa menyewa kendaraan. Bukan akta jual beli kepemilikan tanah dan bangunan di Lumajang.

Sehingga dengan pemalsuan surat yang dilakukan oleh terdakwa menimbulkan kerugian kepada PT. Bank Danamon Cabang Surabaya sebesar Rp.24 miliar, dan sebelumnya terdakwa dijerat pasal 264 ayat 2 KUHP. (ISM)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.