BerandaNasionalDP3AKB Jember Bakal Gelar Apel Siaga Diikuti 5.625 TPK Secara Daring

DP3AKB Jember Bakal Gelar Apel Siaga Diikuti 5.625 TPK Secara Daring

Narasinews.idJEMBER – Usaha Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) dalam menekan tingginya stunting di Kabupaten Jember terus digencarkan. Bahkan, 12 Mei 2022, DP3AKB bakal menggelar apel siaga tim percepatan penurunan stunting (TPPS) di Aula Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember lantai I sebanyak 5.625 kader TPK.

Kepala DP3AKB Jember, Suprihandoko mengatakan, 5.625 kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) itu mengikuti secara daring dalam membahas langkah percepatan penurunan stunting di wilayah setempat. Sehingga mereka dibekali materi yang lebih matang.

“Harapannya, TPK itu harus di fungsikan semaksimal mungkin dalam melakukan pendampingan agar tidak terjadi kekerasan anak, pernikahan dini, tingginya angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI/AKB), stunting, dan yang lainnya. Intinya, stop stunting dari hulu hingga hilir sejak dini. Itu kuncinya,” ujarnya, Selasa (10/5/2022).

Lantas sejauh ini, sudah berapa besar keberhasilan DP3AKB dalam menekan tingginya angka stunting?

Handoko

Saat mendapat pertanyaan itu, Handoko belum bisa menyebutkan seberapa besar keberhasilannya dalam menekan tingginya stunting. Namun ia mengatakan akan mengadakan pertemuan dengan awak media 31 Mei 2022. Saat itulah dirinya akan menyebutkan sejauh mana data capaiannya.

“Dalam pertemuan 31 Mei 2022 nanti itu kami juga akan mengundang rekan-rekan Jurnalis. Jadi supaya berbagai pihak ikut serta membantu pemerintah dalam percepatan penurunan stunting. Sebab stunting bukan hanya masalah bagi pemerintah, tapi juga merupakan masalah kita bersama,” tandasnya.

TPK sebanyak itu, kata Handoko, mendapat bantuan pulsa senilai Rp100 per bulan. Dan menelan dana hingga Rp6 Miliar lebih dari anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang di cairkan pada bulan April.

“Jadi bulan Januari, Februari, dan Maret belum bisa di cairkan. Karena saat itu masih dalam tahap pengajuan,” ungkapnya.

Handoko berharap, segenap Jurnalis yang ada bisa bersinergi dengan pemerintah dan bekerjasama dalam menekan tingginya angka stunting yang meroket. Sebab, Jurnalis atau media massa memiliki ruang tersendiri dalam membantu sosialisasi berbagai program pemerintah.

“Target kami ke depan terkait stunting adalah sama dengan target nasional. Sesuai Peraturan Presiden (Perpres) nomor 27 tahun 2021, target angka stunting 2024 itu maksimal bisa ditekan hingga 14 persen. Saya maunya kalau bisa secepatnya target itu bisa tercapai,” pungkasnya.(nul/ros).

RELATED ARTICLES

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular