Dinilai Asal Copot Perangkat, Sikap Kades Baru di Jember Dikeluhkan

  • Bagikan
Sikap Kades Baru Dikeluhkan
Suasana mediasi terkait rencana di Desa Jatian, Kecamatan Pakusari yang akan mengganti semua perangkat desa yang ada saat ini, Kamis (13/1/2022). (Foto : Zainul Hasan/Narasinews.id)

Narasinews.idJEMBER– Baru dilantik sekitar satu bulan lalu, sikap Kepala Desa (Kades) Jatian, Pakusari sudah mendapat keluhan. Dia diduga sewenang-wenang mencopot dua RT di desa tersebut. Bahkan, menurut informasi yang berkembang di masyarakat, kepala desa akan terus melakukan perombakan terhadap susunan perangkat yang ada.

Sehingga banyak warga yang komplain dan meminta Kepala Desa Jatian untuk tidak sembarang melakukan pencopotan. Tak hanya itu, warga meminta Kades yang baru untuk memperhatikan terlebih dahulu aturan terkait pergantian perangkat desa. Bukan malah main copot seenaknya sendiri.

“Jadi (pemberhentian perangkat desa- red) itu ada mekanismenya. Kepala Desa terpilih tidak boleh sembarang mengganti perangkat desa yang ada tanpa didasari dengan aturan,” ucap pemuda berinisial FN, warga Jatian.

Sementara, Camat Pakusari, Syamsul Hidayat menuturkan, dalam proses pemberhentian perangkat desa, harus memenuhi sejumlah unsur. Seperti yang diatur pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa.

“Jadi berdasarkan aturan tersebut, Kades yang baru tidak boleh semena-mena. Artinya, kami berharap agar Kades yang baru dapat mengarahkan para perangkat desa untuk menunjukkan kinerjanya dalam melayani masyarakat,” tuturnya.

Untuk itu, lanjut Syamsul, dirinya berharap terjadi kekompakan antara Kades dan perangkat desa. Khususnya dalam menjalankan pemerintahan desa. “Intinya saya berharap agar Kades yang baru dapat kompak, saling mendukung dan menunjukkan kinerjanya dalam melayani masyarakat. Tujuannua agar tercapai kesejahteraan bersama,” terangnya.

Di sisi lain, Kades Jatian, Seningwar mengklaim, pemberhentian terhadap perangkat desa lama tersebut bukan tanpa sebab. Melainkan karena adanya aspirasi dari masyarakat setempat.

“Sebelumnya, ada warga yang mengajukan aspirasi untuk mengadakan perubahan terhadap perangkat desa. Karena itu, hari ini saya bergerak cepat untuk melakukan eksekusi,” ujarnya.

Seningwar melanjutkan, sebagai Kades baru, pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu prosedur yang berlaku. Agar eksekusi yang dilaksanakan sesuai dengan aturan yang ada.

“Pertemuan ini (mediasi – red) sudah berakhir. Harapan kami selaku kepala desa, semua yang ada harus saling mendukung  program pemerintah,” pungkasnya. (Nul/Ros)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *