BerandaNasionalDi Tengah Wabah PMK, MUI Keluarkan Fatwa Hewan Qurban

Di Tengah Wabah PMK, MUI Keluarkan Fatwa Hewan Qurban

Narasinews.idSUMENEP – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait hewan ternak yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK), khususnya yang akan dijadikan kurban pada hari raya Idul Adha 1443 H/2022 M.

KH Sholeh, Ketua MUI Kabupaten Sumenep mengatakan, sesuai dengan fatwa MUI Pusat hewan ternak yang terjangkit PMK dengan gejala ringan masih seperti bisa dijadikan kurban.

“Kalau PMK dengan gejala klinis kategori ringan, seperti lepuh ringan pada celah kuku, kondisi lesu, tidak nafsu makan dan keluar air liur lebih dari biasanya, hukumnya sah dijadikan hewan kurban,” katanya, Rabu (1/6/2022) sore.

Ia menyebut jika hewan yang terkena PMK dengan gejala klinis kategori berat seperti lepuh pada kuku hingga terlepas kukunya sehingga menyebabkan pincang tidak bisa berjalan dan menyebabkan kondisi fisik sangat kurus, maka hukumnya tidak sah menjadi hewan kurban karena termasuk kategori cacat.

“Jika hewan yang terjangkit PMK dengan gejala klinis berat tetapi sembuh sebelum Idul Adha pada rentang masa 10 Dzulhijah sampai 13 Dzulhijah, maka hewan itu sah dan boleh dijadikan hewan kurban,” jelasnya.

MUI Sumenep juga menyebut, jika hewan yang terjangkit PMK dengan gejala klinis berat kemudian sembuh dari penyakit setelah setelah 13 Dzulhijjah, maka hewan tersebut masuk dalam kategori sodaqoh dan bukan sebagai hewan kurban.

“Hal itu sebagaimana Fatwa MUI bernomor 32 tahun 2022 tentang hukum dan panduan pelaksanaan ibadah kurban dalam kondisi wabah PMK,” tutupnya. (zyd/ros)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular