BerandaNasionalDari Airlangga Forum, Melongok Kebijakan Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Jatim

Dari Airlangga Forum, Melongok Kebijakan Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Jatim

Narasinews.idSURABAYA– Airlangga Forum digelar di Aula Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur, di Jalan Kayoon Surabaya. Sejumlah pakar hadir membahas outlook kebijakan Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Jawa Timur 2023, secara rutin.

Yang menarik, Brigadir Jenderal Dr Juansih, SH, MH, dari Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Markas Besar Polri hadir, Jumat (22/4/2022) menjelang petang itu.

Dia bicara soal, kebijakan kepemudaan dan keolahragaan di Provinsi Jawa Timur yang digawangi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Pulung Chausar, telah bagus. Karena sosok Kepala Dinas memahami ilmu doktoral berupa orkestrasi yang dipakai menyentuh program kepemudaan.

“Saya kira ada harapan baik, melihat paparan yang disampaikan Kadispora tadi sangat luar biasa, Insya Allah Jawa Timur bangkit, terutama menyebutkan soal kewirausahaan pada pemuda,” ujarnya.

Brigjen Juansih, optimis Jatim bangkit apalagi bahwa yang dipikirkan pemerintah Provinsi ke depan bagaimana atlet yang sudah mencapai puncak kejayaan disiapkan sebuah wirausaha tersendiri menghadapi pensiun.

Sebelumnya, banyak hal terungkap dari pernyataan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Timur, Pulung Chausar, terkait program Dispora untuk fokus pada pendidikan, masyarakat dan prestasi.

Program keolahragaan dan kepemudaan itu berangkat dari problem Jatim yakni Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) di bawah rata-rata nasional, angka perkawinan anak di atas rata-rata nasional, persentase pemuda perempuan yang menempuh pendidikan menengah dan tinggi di bawah rata-rata nasional. Sementara persentase pemuda perempuan yang bekerja di sektor formal di bawah rata-rata nasional.

Bahkan angka kesakitan pemuda Jatim malah di atas rata-rata nasional, persentase remaja perempuan yang sedang hamil di atas rata-rata nasional, angka partisipasi kasar pemuda yang menempuh pendidikan tinggi di bawah rata-rata nasional.

“Bicara soal keolahragaan di Jatim, maka SDM olahraga di Jawa Timur di bawah rata-rata nasional, literasi fisik masyarakat Jatim di bawah rata-rata nasional, tingkat kebugaran masyarakat Jatim di bawah rata-rata nasional, kesehatan fisik dan psikis masyarakat Jatim di bawah rata-rata nasional, pengembangan personal resiliensi dan modal sosial di bawah rata-rata nasional, dan belanja olahraga masyarakat Jatim di bawah rata-rata Nasional,” ujar Pulung.

“Kita akan fokus pada urusan kepemudaan, keolahragaan dan kepramukaan. Sementara pramuka kwarda Jatim belum memiliki legalitas nasional, serta belum ada bumi perkemahan, dan pusdiklat kader,” imbuhnya.

Dispora Jatim

Untuk itu Dispora Jatim akan melakukan penyadaran di bidang kepemudaan, pemberdayaan dan pengembangan, dengan mendorong pemuda pelopor, wirausaha muda, dan pemuda kader provinsi,

Dalam bidang keolahragaan, pembinaan dan pengembangan, penyelenggaraan kejuaraan olahraga, disusul bidang pramuka untuk pembinaan organisasi. Pemuda pelopor meliputi kompetisi, festival dan penghargaan pemuda, serta koordinasi lintas sektor kepemudaan,

“Kita juga sentuh wirausahawan pemuda, pemuda milenial, peternak milenial, milenium job center, dan digital marketing pemuda,” tukasnya.

Dalam bidang pramuka, akan didorong muncul kader anti narkoba, paskibra, pertukaran pemuda antar negara, pertukaran pemuda antar provinsi, dan mentoring kepemudaan.

Dispora juga mendorong agar masyarakat bisa menjadi penggerak olahraga, pekan olahraga tradisional, serta mendorong terjadinya fasilitasi pembinaan komite olahraga rekreasi masyarakat (Kormi),

Di lingkup prestasi, akan segera menyiapkan kejuaraan olahraga PON, Peparnas, Porwanas, Porprov, pembinaan KONI, Perwosi, dan Siwo PWI

Data prestasi Jatim, di ajang Pon XXI Papua meraih 110 emas ,88 perak 89 perunggu dan duduk di peringkat III. Di Peparnas Papua meraih 12 emas, 22 perak dan 13 perunggu menduduki peringkat 10.

Dialog Airlangga Forum yang disiarkan ke semua jaringan radio milik Pemerintah Daerah se Jawa Timur itu dimoderatori Suparto Wijaya Wadir III Pasca Sarjana Unair.

Dalam memunculkan Helikopter View dalam memotret olahraga Jawa Timur, terutama untuk mendorong kemampuan pemerintah dalam mengorkestrasi untuk mencari bibit dan talenta olahraga.

Tantangannya, pemuda generasi Y sampai Z suka tantangan. Namun memiliki ide luar biasa, dan inovatif. Mereka memikiki penguasaan teknologi yang tinggi. Jika diorkestrasi akan menjadi pelaku industri luar biasa.

“Keolahragaan harus dikembangkan bahwa prestasi pemuda Jatim luar biasa. Olahraga harus ditumbuhkan karena di dalam olahraga itu menumbuhkan nasionalisme. Jika prestasi olahraga naik maka muncul nasionalisme tinggi warga negara, ” ujar Dr Nuri Herachwati, Kepala Program Studi Magister Pasca Sarjana Unair.

Di sisi lain kata Dini Surya, dari Brand Ambassador Women Self Defence of Kopo Ryu (WSDK), ada peluang bagi Dispora Jatim masuk kolaborasi dengan komunitas WSDK.

Baik prestasi bidang Jujitsu, hingga pembibitan olahraga bela diri tertentu. “Faktanya masih banyak sekali pemuda yang tidak bisa prestasi karena minim akses,” ujarnya.

“Di WSDK teknik kolaborasi Jujitsu dan Karate. Mudah diingat dan mudah diaplikasikan. Fokus bela diri perempuan. Jadi Dispora bisa masuk di wilayah ini,” imbuhnya.

Sekadar diketahui Airlangga Forum berisi para pakar antara lain Prof Dr Rudi Purwono, Wadir Pasca Sarjana Unair, Nuri Herachwati, dan Prof Dr Fendy Suhariadi, Koordinator PS S3 PSDM. Unair.

Airlangga forum ini rutin membedah topik penting di Jawa Timur. Unair sendiri telah menerjunkan mahasiswa statistiknya untuk praktik kerja di Dispora.

Hasilnya kontribusi berupa Kajian infografis 2021, Survei Kepuasan Masyarakat 2020-2021, Survei dampak Covid-19 terhadap pelaku olahraga dan Pramuka 2020, Kajian strategis data Kepemudaan 2021, Keolahragaan 2021, Infografis Data Kepemudaan 2021, dan Infografis Data Keolahragaan 2021(ism)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular