HomePeristiwa DaerahDampak Pembatasan Kuota Solar Subsidi, Pengusaha Bus AKAP Menangis

Dampak Pembatasan Kuota Solar Subsidi, Pengusaha Bus AKAP Menangis

Narasinews.id, PROBOLINGGO – Pemerintah pusat menetapkan kebijakan pembatasan BBM subsidi berjenis solar pada moda transportasi bus. Yakni 200 liter per-hari. Hal tersebut berdampak terhadap penguasa bus bus antar kota antar provinsi (AKAP).

Menurut Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Probolinggo Raya, Tommy Wahyu Prakoso, kuota solar bersubsidi tersebut sangat tidak cukup untuk satu kali peejalanan, khususnya pada bus yang memiliki trayek jauh.

“Hampir semua perusahaan bus di Probolinggo ini terdampak. Kalau hanya harga BBM yang naik saja, mungkin kita masih bisa mensiasati dengan menaikkan tarifnya juga. Tapi kalau dibatasi ini yang susah,” terangnya, Kamis (22/9/2022).

Tak hanya bus AKAP, namun bus pariwisata juga terkena dampak tersebut. Meskipun kebijakan itu tidak begitu berdampak pada truk. Karena angkutan barang masih bisa disiasati dengan berhenti sejenak di perjalanan, sebari menunggu hari berikutnya untuk mendapatkan kuota baru lagi.

“Itu jika mengangkut barang mas, lah jika membawa penumpang apa bisa hal serupa dilakukan. Tentu tidak bisa, malah menghabiskan waktu dan penumpang tidak bisa sampai tujuan dengan estimasi waktu yang sudah di tentukan,” tutur Tommy.

Sedikitnya terdapat 12 perusahaan bus yang terdampak pembatasan solar subsidi tersebut. Salah satunya perusahaan bus AKAS IV ini. Pihak perusahaan memilih tidak jalan trayek jauh untuk sementara waktu hingga kebijakan dari pihak migas tersebut dicabut, ketimbang memaksa jalan namun kehabisan bbm di tengah jalan.

“Sekarang salah satu contoh, Surabaya-Cirebon ya mas, kita sekali jalan ini membutuhkan 250 liter solar. Sedangkan jatah per-hari hanya 200 liter, kan tidak cukup,” tambah Tommy.

Oleh sebab itu, dirinya mengirim surat kepada pihak Migas Pertamina Pusat terkait keluhan atas kebijakan tersebut. “Memang sampai saat ini kita tidak ada aksi apapun terkait hal ini. Mau bagaimana lagi, ya mungkin hanya berkirim surat seperti itu bisa didengar dan dikaji ulang kebijakan tersebut,” tandas Tommy.

Baca Juga  Viral Keluhan Pelayanan BPJS KT Jember, Kepala Kantor Cabang Janjikan Langkah Solutif

Tommy menilai dengan memaksimalkan transportasi umum ini, sangatlah mampu mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kota-kota besar. Bahkan juga dinilai lebih praktis dan lebih murah. “Harusnya dengan naiknya harga BBM ini merupakan kesempatan kita untuk mengenbalikan kepercayaan masyarakat agar kembali menggunakan transportasi umum, ketimbang menggunakan kendaraan pribadi,” pungkasnya. (*)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular