BerandaNasionalCabuli Saudara Tiri di Kamar Mandi, Pemuda di Jember Diringkus Polisi

Cabuli Saudara Tiri di Kamar Mandi, Pemuda di Jember Diringkus Polisi

Narasinews.idJEMBER – Seorang pemuda berinisial JMN, warga salah satu desa di Kecamatan Bangsalsari, Jember, diringkus Personel Polsek Panti, di rumahnya, Kamis (14/7) kemarin. Pria berusia 23 tahun tersebut diduga melakukan pencabulan terhadap saudara tirinya di kamar mandi.

Kapolsek Panti, Iptu Lilik Sukoco mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima polisi, peristiwa bejat itu terjadi Senin (12/7). Modus yang digunakan pelaku ialah berpura-pura sakit perut lalu masuk ke rumah korban.

“Kemudian pelaku meminta tolong kepada korban untuk menghidupkan pompa air,” ujarnya, Jumat (15/7/2022).

Iptu Lilik melanjutkan, setelah pompa air menyala, pelaku kemudian menyuruh korban yang masih berusia 13 tahun itu untuk masuk ke dalam kamar mandi. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, pelaku mulai melancarkan aksinya dengan membuntuti korban.

“Setelah ke duanya berada di dalam kamar mandi, pelaku langsung melepas pakaian korban dan menyetubuhinya,” bebernya.

Setelah melakukan aksinya tersebut, lantas pelaku meminta korban untuk mengenakan kembali pakaiannya. Kemudian ia menyuruh korban keluar terlebih dahulu dari kamar mandi.

“Sesaat kemudian pelaku juga keluar dari kamar mandi dan pamitan pulang,” tutur Iptu Lilik.

Lebih jauh, Iptu Lilik menyampaikan, setelah aksi bejat itu terjadi, ada perubahan pada cara berjalan korban. Hal itu diketahui oleh sang ayah. Lantas ayah korban menanyakannya apa yang sebenarnya terjadi pada korban.

“Setelah ditanya, korban menceritakan jika habis disetubuhi oleh pelaku. Karena tidak terima dengan perbuatan tersebut, ayah korban pun langsung melapor ke Polisi,” pungkasnya.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, kini pelaku telah ditahan di Mapolsek Panti. “JMN kita kenakan pasal 81 ayat 1 juncto pasal 76D subsider pasal 81 ayat 2 subsider pasal 82 ayat 1 juncto pasal 76E UU RI nomor 17 tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU,” tutup Iptu Lilik. (nul/ros)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular