BerandaNasionalBupatiBupati dan DPRD Berkonflik, APH Punya Jalan Telusuri Dugan Praktek Miring di...

Bupati dan DPRD Berkonflik, APH Punya Jalan Telusuri Dugan Praktek Miring di Bondowoso

Narasinews.idBONDOWOSO – Mantan Dewan Riset Daerah (DRD) Kabupaten Bondowoso menyoroti konflik Bupati dan DPRD Bondowoso yang terjadi sejak beberapa waktu lalu. Menurut pria bernama Rudi Imam itu, persoalan yang menimpa keduanya bisa jadi merupakan skenario Tuhan untuk membersihkan Bondowoso dari praktek tidak benar. Baik di eksekutif atau legislatif.

Menurutnya, konflik eksekutif dan legislatif ini kesempatan bagi APH untuk menelusuri latar belakang tuduh menuduh tersebut.

“Siapa saja yang memanfaatkan kelebihan dan kekurangan Bupati, sehingga muncul berbagai tuduhan, salah satunya jual beli jabatan, saya rasa akan terbongkar jika aparat penegak hukum serius dan pihak DPRD berani membongkarnya” kata Rudi, kepada jurnalis Narasinews.id, Senin (28/3/2022).

Rudi mengungkapkan, sejak Bupati Salwa menjabat 2018 lalu, sudah tersiar terkait dugaan adanya oknum-oknum yang memanfaatkan kelebihan dan kekurangan Kiai Salwa.

“Selama ini Bondowoso tidak pernah tersentuh dalam kasus korupsi. Padahal sebenarnya banyak kasus besar yang mudah dilihat tapi tak tersentuh hukum. Sehingga timbul pertanyaan dari masyarakat, bagaimana peran DPRD dengan fungsi pengawasannya? Bagaimana peran aparat penegak hukum (APH) lainnya?” Ungkapnya.

Rudi mencontohkan beberapa proyek mangkrak di Bondowoso. Seperti Pasar Hewan Selolembu, Rumah Sakit Paru Pancoran, Pusat Kuliner Jembatan Ki Ronggo, Resi Gudang di Sumber Wringin dan Desa Besuk Klabang, serta Pasar Pujer.

“Semua terbengkalai. Tidak maksimal penggunaannya. Padahal dibangun dengan biaya puluhan milliar bahkan ratusan milliar. Nah kalau begini siapa yang bermain atas proyek-proyek tersebut? Siapa yang akan bertanggungjawab?” Tanyanya.

Lebih lanjut, Rudi mengungkapkan, proyek-proyek tersebut mestinya menjadi kajian anggota dewan. Sehingga peran DPRD sebagai representasi rakyat benar-benar terlaksana. Fungsi pengawasannya akan lebih komprehensif dan objektif.

“Semoga pertikaian Bupati dan DPRD menjadi bahan intropeksi kedua belah pihak. Artinya bukan hanya menebar isu kepada masyarakat, tapi bisa saling membongkar tanpa saling menjatuhkan,” tegasnya.

Bupati Bondowoso

Diberitakan sebelumnya, pada Sabtu (12/3/2022), Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin, melalui pengacaranya resmi melaporkan Ketua DPC PKB sekaligus Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir ke Polres setempat.  Dia dituduh melakukan pencemaran nama baik dan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Selang lima hari, tepatnya pada Kamis  (17/3/2022), giliran DPRD Bondowoso mengadukan politisi DPC PPP, Samsul Hadi pada kepolisian. Kerena dianggap mencoreng nama baik lembaga DPRD setempat.

Hal itu menyusul tersebarnya video Wakil Ketua bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK 3) DPC PPP Bondowoso, Samsul Hadi, yang menyebutkan Ketua DPRD Bondowoso dan ‘kroni-kroninya’ bermain proyek.(bay/liz)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular