BerandaNasionalBung Karna Siap Dukung Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar

Bung Karna Siap Dukung Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar

Narasinews.idSITUBONDOBupati Situbondo, Karna Suswandi menyambut langsung kunjungan kerja (Kunker) Jajaran Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI di Pendopo Aryo Situbondo, Rabu (27/7/2022).

Dalam kesempatan tersebut pria yang akrab disapa Bung Karna ini menegaskan, Dispendikbud Situbondo siap mendukung penuh implementasi kurikulum merdeka belajar. “Kami memberikan ruang kepada sekolah yang sudah siap melaksanakan kurikulum merdeka belajar silakan terapkan itu,” ujarnya.

Namun bagi sekolah yang belum siap menerapkan kurikulum tersebut agar secepatnya menyusul. “Yang setengah siap maupun yang belum siap diupayakan untuk bisa menyiapkan (kurikulum merdeka belajar -red) dalam waktu yang tidak terlalu lama,” harapnya.

Menurut Bupati 55 tahun ini kurikulum merdeka belajar sangat baik untuk digunakan pada sekolah di jenjang TK, SD, SMP, dan SMA. “Karena kurikulum merdeka ini memfokuskan pada kreatifitas dan inovatif anak didik kita. Tentu ini sangat baik,” tukasnya.

Oleh karena itu, pria asal Desa Curahtatal Kecamatan Arjasa ini menginstruksikan para jajaran Dispendikbud Situbondo supaya melakukan pendampingan kepada guru-guru di sekolah. Sehingga mereka siap untuk menetapkan kurikulum merdeka belajar.

“Tentu ini kami sesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Yang jelas kami akan melakukan pendampingan,” imbuhnya.

Bung Karna optimis dengan penerapan kurikulum merdeka belajar ini akan menjadikan peserta didik memiliki kreatifitas dan inovasi. “Karena mereka ini adalah calon pemimpin masa depan. Jadi harus kita support penuh,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Direktorat Sekolah Menengah Atas pada Kemendikbudristek RI, Winer Jihad Akbar, menerangkan kurikulum merdeka belajar lebih sederhana bila dibandingkan dengan kurikulum 2013 (K-13). “Tadinya kompetisi inti, kompetensi dasar iti menjadi capaian pembelajaran yang lebih simpel, lebih sedikit. Tapi kami berharap penerapannya bisa lebih dalam ya,” ucapnya.

Winer mengungkapkan, kelebihan kurikulum merdeka belajar juga terletak pada metode pembelajarannya yang berpusat pada murid. “Kemudian pembelajaran juga disesuaikan dengan para siswa. Sehingga guru-guru bisa menyesuaikan pembelajaran dengan kemampuan anak didiknya,” terangnya.

Menurut Winer esensi implementasi kurikulum merdeka belajar menekankan pada sekolah dan guru. “Sehingga kami tidak bisa menyamaratakan semua sekolah. Jadi seusai dengan kesiapan, sesuai dengan pemahaman gurunya. Jika mereka sudah nyaman dengan K-13 ya terapkan saja,” tegasnya.

Sehingga pihaknya memberikan tiga opsi. Yakin boleh menerapkan kurikulum K-13, kurikulum darurat, dan kurikulum merdeka belajar. “Artinya semua kami serahkan sepenuhnya kepada sekolah,” tutupnya

Sekedar informasi, Pemkab Situbondo mengajak masyarakat dalam pemberantasan peredaran rokok ilegal di Kota Santri Pancasila. Sebab keberadaannya jelas merugikan negara, karena tidak ada pemasukan dari sektor cukai. Sehingga berdampak terhadap penerimaan pemerintah daerah dari DBHCHT.

Sekedar informasi DBHCHT Pemkab Situbondo tahun 2022 sebesar Rp55.748.515.000. Yang dikelola oleh beberapa OPD. Di antaranya Dinsos, Diskoperindag, Disnaker, Dispertangan, Dishub, dan Dinas PUPP, Satpol PP, RSUD dr Abdoer Rahem, RSUD Besuki, serta RSUD Asembagus.

Dana jumbo tersebut digunakan untuk pembagian BLT DBHCHT, pelatihan kerja, pembagian pupuk urea gratis kepada petani, pemasangan PJU, pembangunan RTLH, progam Tolop (tutup lubang -red), pembangunan jamban keluarga, progam sehat gratis (Sehati), penurunan angka stunting, pengadaan alat kesehatan (Alkes), rehap gedung rumah sakit, sosialisasi tentang bidang cukai. (ADV/ros)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular