BerandaNasionalBuka Rapimcab MKGR Bondowoso, Ketua DPD Golkar Sebut Tujuan Partai Bukan Kekuasaan

Buka Rapimcab MKGR Bondowoso, Ketua DPD Golkar Sebut Tujuan Partai Bukan Kekuasaan

Narasinews.idBONDOWOSO-Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar Bondowoso Ady Kriesna menyebut, tujuan Golkar dalam berpolitik bukanlah merebut kekuasaan. Hal itu disampaikan Ady Kriesna saat membuka acara konsolidasi sosialisasi pengurus Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) DPC Bondowoso, Jumat, (29/4/2022).

Kriesna mengatakan, MKGR lahir 3 Januari I960 di Jakarta, MKGR adalah salah satu ormas pendiri partai Golkar yang sebelumnya dibentuk bertujuan untuk memerangi PKI.

Menurut Kriesna, saat ini MKGR mempunyai peranan besar untuk tetap menjalankan cita-cita Sekretaris Bersama (Sekber Golkar) pada 1964, yaitu mempertahankan Pancasila.

“Jika dulu yang merongrong Pancasila adalah PKI, tapi sekarang PKI sudah tidak ada. Tapi paham komunisnya masih ada, dan itu bisa merasuki siapa saja,” kata Kriesna.

Menurutnya, ada juga gerakan Islam fundamental yang mencoba mengganti pancasila menjadi ideologi Islam, maka hal itu juga  bagian yang harus dilawan bersama, khususnya oleh MKGR.

“Itu menjadi tugas partai Golkar dan seluruh komponennya. karena kita kembali pada cita-cita pendiri partai Golkar, bahwa bukan semata-mata merebut kekuasaan, tapi bagaimana mempertahankan NKRI melalui karya kekaryaan, ” ungkapnya

Kriesna yang juga Ketua Komis IV DPRD Bondowoso menerangkan tentang kekuasaan, bahwa kekuasaan bagian dari balutan perjuangan Golkar.

Kendati demikian, Kriesna menegaskan bahwa kekuasaan bukanlah tujuan akhir partai Golkar.

“Memang semua partai bercita-cita merebut kekuasaan, tapi bagi Golkar, kekuasaan bukan tujuan akhirnya, melainkan tujuan sementara. Tujuan akhirnya adalah bagaimana masyarakat berjaya, NKRI berdaulat dengan kekaryaan. Jika organisasi yang ada di tubuh Golkar semua berkarya, maka kekuasaan adalah bonus dan barokah dari perjuangan kita, ” jelasnya.

Oleh karenanya, kata dia, selama ini Golkar tidak terlibat konflik kepentingan, karena konflik politik ada kaitannya dengan kesejahteraan politik.

“Jadi dalam merebut kekuasaan pilihannya banyak, kita kembali memilih jalan sesuai doktrin Sekber Golkar tahun 1964. Doktrin Golkar adalah berbuat dan berbuat . Mengedepankan karya kekaryaan, kekuasaan adalah bonus dari kekaryaan itu, ” ucapnya.

Kriesna berharap, dengan kepengurusan MKGR periode 2022-2027 yang baru ini, bisa semakin memudahkan dan melebarkan jalan bersama untuk karya kekaryaan bagi masyarakat.

“Dalam berpolitik di era sekarang, masyarakat tak perlu dipaksa-paksa dan kita tak perlu mencari simpati masyarakat sedemikian rupa. Kita berbuat saja apa adanya, biarlah masyarakat yang menilai dan menentukan ke mana pilihan politiknya, ” imbuhnya.

Oleh sebab itu, tambahnya,  bersama MKGR, ia yakin Bondowoso lebih baik dan bermartabat. “Berharap kita bersama menyongsong bagaimana kita terus berkarya, berbuat dan berbuat untuk rakyat dari hari ke hari, ” tandasnya.

DPC MKGR

Sementara itu, Ketua DPC MKGR Bondowoso Misbahul Munir mengatakan, ia akan terus melakukan konsolidasi internal di tubuh MKGR, menyusun kepengurusan hingga ke tingkat desa.

Menurut Misbah, hal itu dilakukan untuk memperkuat barisan MKGR sebagai pendongkrak partai Golkar dengan misi kekaryaan bersama masyarakat.

“Tentu kita akan terus melakukan pemantapan di bawah, dengan merangkul semua lapisan masyarakat, ” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPD KNPI Bondowoso yang juga menjabat Sekretaris DPD Golkar Kukuh Rahardjo, sejumlah aktivis pemuda, tokoh masyarakat. Kegiatan ini dikemas dengan buka bersama. (Ubay/ism)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular