BerandaNasionalBenarkah, Ada Anak Dikhitan Jin ? Berikut Kata Dai LD PBNU

Benarkah, Ada Anak Dikhitan Jin ? Berikut Kata Dai LD PBNU

Narasinews id, –BONDOWOSO – Fenomena anak laki-laki dikhitan atau disunat jin atau makhluk halus santer terdengar dari masa ke masa. Kejadian ini terjadi di beberapa wilayah, ketika alat kelamin sang anak mendadak berubah seperti telah dikhitan padahal belum disentuh medis sama sekali.

Benarkah jin bisa menyunat anak laki-laki? berikut kata ustad Luthfi Khoiron, di Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD-PBNU) kepada jurnalis Narasinews.id Jumat (13/5/2022).

Ustad Luthfi mengatakan, disunat jin telah menjadi mitos yang setengah dianggap fenomena oleh sebagian masyarakat. Ia kemudian memberikan pandangannya dengan dua pendekatan, yakni secara medis dan hukum Islam.

Menurutnya, dalam ilmu medis, sebagaimana disitir oleh dr Adika Mianoki dalam bukunya Ensiklopedi Khitan, anak kecil yang lahir dalam kondisi seperti dikhitan disebut parafimosis, semacam kelainan bentuk penis, yakni preputium (kulup) tertarik ke belakang, terlipat dan menjerat batang penis, sehingga kepala penis seperti terlihat telah dikhitan.

Jika parafimosis bukan bawaan lahir, bisa jadi karena ereksi ketika kencing, atau penis dibuat mainan, lalu ditarik ke belakang terlalu kuat, sehingga kulup tidak kembali lagi.

Ia menambahkan, anak yang mengalami kondisi ini, sebaiknya segera dikhitan, agar kulup tidak menjerat penis, selain menghindari edema (bengkak) dan kematian jaringan penis.

Ustad Luthfi

Kemudian Ustad Luthfi memberikan pandangannya dari segi hukum Islam. Menurutnya, khitan adalah prasyarat seseorang bisa berpredikat muslim. Khitan diwajibkan oleh Nabi Muhammad SAW, sehingga hukumnya sunnah yang tidak boleh ditinggal.

“Terkait anak yang mengalami kejadian seperti ‘dikhitan jin’, ulama terbagi dalam dua kelompok pendapat” ucap dia.

Pendapat pertama, kata dia, menurut mayoritas ulama madzhab maliki, Syafi’i dan Hanbali, anak laki-laki yang mengalami kulup penisnya seperti disunat, tidak wajib dikhitan. Hal itu terdapat di kitab Hasyiyah al-Jamal, 31/292:

لو ولد مختونا فلا ختان أي لا إيجابا ولا استحبابا

Jika dia dilahirkan dalam kondisi telah dikhitan, maka tidak ada lagi khitan. Tidak diwajibkan maupun dianjurkan. (Hasyiyah al-Jamal, 21/292)

Kemudian ustad Luthfi mengutip kitab Hasyiyah al-Adawi – buku Fiqh Maliki – dinyatakan,

والذي يظهر ترجيح القول بأنه لا يمر عليه الموسى

Pendapat yang lebih kuat adalah pendapat yang menyatakan bahwa tidak perlu mengusapkan pisau di ujung penis. (Hasyiyah al-Adawi, 1/749)

Ia menambahkan, demikian pula menurut Imam Ahmad,  sebagaimana dalam riwayat al-Maymuni:

 

إن هاهنا رجلا ولد له ابن مختون ، فاغتم لذلك غما شديدا ، فقلت له : إذا كان الله قد كفاك المؤنة فما غمك بهذا ؟

Di sana ada orang yang ketika anaknya lahir, sudah dikhitan. Lalu orang itu sedih dan bingung. Aku sampaikan kepadanya, “Jika Allah sudah menghilangkan beban khitan anak ini darimu, mengapa kamu malah bingung?” (Zadul Ma’ad, 1/80).

Adapun pendapat kedua, lanjut dia, sebagaimana ulama madzhab Syafi’i menganjurkan khitan simbolis, dengan cara menempelkan pisau di penis dan memutarnya. Hal ini sama dengan orang botak yang bertahallul.

Dalam Hasyiyah al-Jamal (10/159) dinyatakan,

قال بعضهم لكن يستحب إمرار الموسى عليه

‘Sebagian ulama Syafiiyah mengatakan, dianjurkan menempelkan pisau di ujung penis.’

“Sedangkan perspektif Islam terhadap fenomena ‘disunat jin’, dapat dicermati pada beberapa peristiwa, sebagaimana didokumentasikan oleh para alama” katanya.

Kendati fenomina jin menyunat manusia dalam pandangan ilmiah atau medis tidak bisa dibuktikan kebenarannya, namun menurut  alumnus Ponpes Al-utsmani, Jambesari Dharussolah ini, keberadaan jin dalam kehidupan manusia adalah hal pasti, terlebih Alquran menurunkan satu surat sempurna, yakni Surat Al-Jinn, sebagai dasar bukti keberadaannya. Walaupun sains moderen belum bisa membuktikannya.

Dia mengisahkan dari riwayat Al-Baihaqi, ada seorang sahabat Anshar pernah keluar dari rumahnya untuk shalat di masjid, di tengah jalan ia dicaci maki oleh jin. Konon, ada juga Saad bin Ubadah (pemimpin Klan Khazraj) juga dibunuh oleh jin karena mengencingi lubang yang menjadi sarang mereka.

“Kita dapat simpulkan, ‘disunat jin’ bisa saja terjadi. Itu perkara mungkin. Karena fakta bahwa jin juga bisa menyentuh dan merasuki manusia, selain itu jin menyunat manusia juga mitos yang dianggap fakta, sulit diterima nalar memang, namun kadang kita menemukan hal itu terjadi di sekitar kita” pungkasnya. (Ubay/ism)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular