BerandaNasionalAvanza Silver Dibuat Jaminan Utang, Ternyata Mobil Rental yang Digelapkan

Avanza Silver Dibuat Jaminan Utang, Ternyata Mobil Rental yang Digelapkan

Narasinews.idJEMBER – Nasib nahas menimpa Samik Aryanto, warga Kecamatan Sumbersari. Pasalnya, pria berusia 37 tersebut menjadi korban mafia penggelapan mobil rental.

Samik mengatakan, empat bulan yang lalu, Suliyono, warga Kecamatan Ajung, meminjam uang kepada dirinya dengan menjadikan mobil Avanza sebagai jaminan. Dan langsung membuat kesepakatan di rumah Suliyono.

“Setelah selesai membuat kesepakatan, saya langsung memberikan uang sebesar Rp30 juta. Kemudian mobilnya langsung saya pakai,” ucapnya kepada Jurnalis Narasinews.id, Minggu (27/3/2022).

Dua bulan setelah itu, kata Samik, pihaknya menggunakan mobil tersebut untuk bepergian. Namun, setibanya di area POM Bensin Mayang, dirinya dicegat oleh tujuh orang yang tidak dikenal.

“Mereka bilang, mobil yang saya pakai itu mobil rental. Dan meminta paksa agar mobil itu diserahkan. Saya kaget mendengar itu. Lalu saya mengajak mereka ke rumah untuk berbicara lebih jelas lagi,” ujarnya.

Samik melanjutkan, setibanya di rumah, mereka menunjukkan bukti-bukti terkait mobil itu. Lantas meminta agar mobil dikembalikan ke showroom.

“Saya langsung menghubungi Suliyono untuk datang ke rumah saya juga. Sayangnya dia tidak hadir langsung. Tapi diwakilkan oleh kakaknya yang bernama Joko,” bebernya.

Karena tidak ada jalan lain, akhirnya Samik terpaksa merelakan mobil itu untuk dibawa pihak showroom. Dan hari itu juga mobil itu dibawa mereka.

“Sedangkan Joko, sebagai perwakilan dari Suliyono, berjanji akan segera mengembalikan uang saya. Tapi belum jelas waktunya kapan,” ungkapnya.

Namun, lanjut Samik, setelah beberapa waktu ditunggu-tunggu, ternyata masih belum ada kabar dari Joko maupun Suliyono. Karena tidak ada kejelasan, akhirnya dirinya mendatangi rumah mereka lagi.

“Sayangnya, beberapa kali saya datangi, mereka (Suliyono maupun Joko -red) hanya janji-janji saja. Tidak bayar-bayar. Saya sampai bingung harus berbuat apa,” keluhnya.

Karena merasa dipermainkan, kemudian pada tanggal 14 Maret 2022, Samik membuat perjanjian berupa hitam diatas putih bermaterai. Dan Suliyono tetap diwakili Joko menandatangani kesepakatan itu. Beserta saksi sebagai makelar atas nama Dorik.

“Disitu tertulis, yang bersangkutan akan mengembalikan uang saya, minimal separuhnya, yaitu Rp15 juta, pada tanggal 25 Maret 2022. Dan sisanya akan dibayar menyusul. Ternyata, setelah sampai pada waktu yang ditentukan, mereka malah mengingkari kesepakatan,” terangnya.

Lantas apa tindakan samik selanjutnya?

“Karena mereka terkesan main-main, maka saya akan melanjutkan ke ranah hukum. Semua yang terlibat akan saya laporkan. Termasuk oknum guru atas nama Dorik, yang menjadi makelarnya, juga akan saya tuntut,” tutupnya.

Di sisi lain, perwakilan Supiyono, yakni Joko, mengatakan pihaknya sudah bekerja keras untuk mencari uang. Namun sayangnya uang yang diminta Samik saat ini masih belum ada.

“Tapi saya mau jadikan mobil saya sendiri sebagai jaminan sementara. Akan diantar langsung ke rumah Samik. Sambil lalu menunggu terkumpulnya uang sebesar Rp15 juta itu,” ucapnya. (nul/ros).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular