Angka KDRT di Banyuwangi Cukup Mengkhawatirkan

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Kadinsos PPKB) Kabupaten Banyuwangi, Henik Setyorini menjelaskan jumlah kasya KDRT di Kota Gandrung, Jumat (24/12). (Foto: Yaqin/Narasinews.id)

Narasinews.id, Banyuwangi – Angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kabupaten Banyuwangi cukup mengkhawatirkan. Pasalnya dua tahun belakangan ini terjadi peningkatan kasus.

Berdasarkan data Dinas Sosial (Dinsos) Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Banyuwangi, jumlah KDRT pada tahun 2020 tercatat sebanyak 16 kasus.

“Sedangkan pada tahun 2021 angka KDRT terjadi peningkatan sebanyak 18 kasus. Kekerasan tersebut terdiri dari 12 kasus kekerasan psikis, kekerasan seksual 4 kasus, kekerasan fisik 1 kasus dan penelantaran 1 kasus,” ucap Kadinsos PPKB Banyuwangi, Henik Setyorini, Jumat (24/12/2021).

Henik Setyorini menambahkan, hingga kini kasus kekerasan dalam rumah tangga baik terhadap istri maupun anak masih ditemui di Kabupaten Banyuwangi. Termasuk yang belum dilaporkan. Sehingga kemungkinan jumlah di lapangan jauh lebih banyak.

“Masyarakat enggan melapor. Mungkin menganggap aib atau apa, makanya kita dorong kepada semua warga. Kalau memang kita menemui seperti itu, alangkah baiknya melapor ke kami. Supaya ada pendampingan,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Henik, kasus non KDRT terhadap perempuan dan anak juga ditemui di lapangan. Pada tahun 2020 kekerasan non KDRT tercatat sebanyak 26 kasus, terdiri dari kasus persetubuhan sebanyak 17, pencabulan 6, penganiayaan 2 kasus dan lain-lain 1 kasus.

“Sedangkan tahun 2021 kasus non KDRT sebanyak 14 kasus yang terdiri dari persetubuhan sebanyak 10 kasus, pemerkosaan 1 kasus dan pencabulan 3 kasus,” terangnya.

Menurut Henik Setyorini, untuk mengatasi itu, Dinsos PPKB Banyuwangi berusaha melakukan sederet sosialisasi kepada para ibu rumah tangga. Salah satunya melalui Ruang Rindu, program pemberdayaan dan perlindungan ibu yang diluncurkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

“Kita sekarang ada Ruang Rindu, pelaporan itu bisa nanti ditindaklanjuti disini. Disaat di Bengkel Sakinah atau P2TP2A mendapat aduan masyarakat. Habis itu ditindaklanjuti di Ruang Rindu, kita berikan terapi untuk pendampingan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, program Ruang Rindu ini branding dari program sebelumnya, yakni Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), juga Bengkel Sakinah yang dibentuk tim penggerak PKK, bertujuan menekan angka KDRT di Banyuwangi. (rul/han)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.