BerandaNasionalHukumAkibat Buta Huruf, Seorang Warga Desa Darsono Tak Sadar Namanya Tercatat Piutang...

Akibat Buta Huruf, Seorang Warga Desa Darsono Tak Sadar Namanya Tercatat Piutang Pajak

Narasinews.idJEMBER – Anim tidak pernah menyadari bahwa dirinya tercatat memiliki tanggungan. Dia juga tidak tahu jika tagihan untuknya dalam surat pemberitahuan pajak terutang pajak bumi dan bangunan (SPPT-PBB) tahun 2022 tertera pajak terutang sejak 2011 hingga 2021.

Semua itu terjadi karena warga Dusun Gading, Desa Darsono, Kecamatan Arjasa, ini tidak bisa membaca. Dia buta huruf.

Lebih dari itu, Anim juga merasa telah membayar secara rutin PBB. Sehingga dia tidak pernah menyangka bahwa dirinya tercatat memiliki piutang pajak.

Anim mengira, lembaran yang dia terima dari Kepala Dusun (Kasun) Teratai, hanya surat tagihan pajak 2022 saja. Dia baru tahu bahwa di lembaran surat tersebut tertera tanggungan terutang setelah ada warga yang menginformasikan hal tersebut kepadanya.

“Saya setiap tahun selalu bayar pajak ke Pak Kasun. Uangnya juga langsung saya berikan ke dia. Tapi kenapa masih dicatat ada utang?” ucapnya kepada Jurnalis Narasinews.id, Rabu (3/8/2022).

Kata Anim, Kasun hanya memberikan lembaran itu dan memberi tahu berapa nominal yang harus dibayar. Namun tidak pernah menyinggung soal adanya PBB terutang yang dimaksud.

“Makanya besok saya mau ke kantor desa untuk memastikan kebenarannya. Yang jelas saya gak terima kalau saya dicatat memiliki utang. Soalnya setiap tahun pasti bayar pajak,” tegasnya.

Mirisnya, hal serupa tidak hanya dialami Anim. Puluhan warga di desa tersebut juga megeluhkan tagihan pajak yang sudah lunas namun tetap dicatat utang di lembaran SPPT PBB.

Beruntung keluhan mereka sudah didengar oleh aparat penegak hukum (APH). Kapolres Jember, AKBP Hery Purnomo, juga sudah menyatakan akan menindaklanjuti kasus tersebut.

Warga berharap, APH secepatnya mengambil langkah. Sehingga ada tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang main-main dengan uang milik masyarakat itu.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga di Desa Darsono dibuat kaget oleh beban tagihan lama dalam SPPT-PBB tahun 2022 yang dilayangkan kepada masyarakat wajib pajak (WP). Hal tersebut bagi sejumlah warga tidak masuk akal. Karena mereka merasa melunasi pembayaran PBB yang menjadi tanggungan.

Sedangkan Kepala Dusun (Kasun) Teratai, Wahyu, menegaskan bahwa uang tagihan pajak disetorkan ke bendahara PBB desa. Dan bendahara PBB, Yani, mengaku hanya menerima data tagihan dari Kasun yang kemudian dientry sebagai update data. (nul/liz)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular