3 Pelaku Rudapaksa Anak di Bawah Umur Diringkus Polres Bangkalan, 1 DPO

Narasinews.id
Tiga tersangka kasus pemerkosaan terhadap anak dibawah umur menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Bangkalan. (Mansur/Narasinews.id)

Narasinews.idBANGKALAN – Satreskrim Polres Bangkalan berhasil meringkus tiga pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur. Mereka adalah FNI (27), warga asal Pejagan, MMT (23), warga asal Bancaran, dan MIM (19), warga asal Jalan Pemuda Kaffa. Sementara, 1 pelaku, yakni KK (22) warga Burneh masih dalam pengejaran polisi.

Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino mengatakan, aksi rudapaksa tersebut bermula dari hari Sabtu (09/04/22) pukul 16.00 WIB, saat tersangka MMT bersama dengan MIM dan KK sedang berkumpul.

banner 400x130

“Kemudian KK menyuruh MMT mencari perempuan yang bisa dibooking, kemudian tersangka MMT pun membuka akun Facebook dan ketika tersangka MMT melihat story akun facebook dengan nama “SB” , tersangka MMT mengomentarinya hingga bertukar nomor WhatsApp,” ujarnya.

Lebih lanjut, AKBP Alith mengungkapkan, tersangka MMT dengan korban lalu berkenalan, hingga MMT membujuk korban agar mau bertemu dengan alasan diajak jalan-jalan ke Suramadu.

“Korban akhirnya mau bertemu dengan MMT, selanjutnya MMT dan KK menjemput SB di daerah Wonokromo Surabaya, dan kemudian korban langsung dibawa oleh tersangka MMT dan KK di Stadion Bangkalan untuk ngopi bertiga. Setelah minum kopi, KK dengan diikuti MIM dan FNY menuju TKP di SDN Langkap Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, dan kemudian korban dicabuli oleh 4 orang tersangka itu,” imbuhnya.

Dalam melakukan aksinya tersangka memiliki peran masing-masing, MMT mencabuli korban dengan cara berusaha memasukkan alat kelaminnya ke dalam kemaluan korban.

“Sedangkan MIM memegangi paha kaki kanan korban, karena berusah berontak saat dicabuli oleh MMT. Tersangka FNY memegangi kedua tangan korban serta mencium payudara korban sebanyak 3 kali,” tuturnya.

Lebih jauh, AKBP Alith menyampaikan, pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti. Yakni 3 stel pakaian yang digunakan oleh tersangka pada saat kejadian, 3 unit HP yang digunakan oleh tersangka untuk komunikasi dan pakaian korban.

“Atas perbuatannya tersebut para tersangka kita jerat dengan pasal 82 ayat 1 Undang-undang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan minimal 5 tahun penjara,” tutupnya. (msr/ros).

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.