Penyintas Erupsi Semeru Pertanyakan Hak Kelola Pasir

  • Share
Semeru Keluhkan Sosialisai Huntara
Salah satu rumah warga yang tertimbun material pasir erupsi Gunung Semeru (Foto Miftahul Huda/Narasinews.id)

Narasinews.idLUMAJANG – Warga lereng Gunung Semeru yang rumahnya tertimbun material pasir akibat erupsi gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut mempertanyakan kejelasan aset yang mereka tinggalkan pasca direlokasi ke hunian sementara (Huntara).

Hal itu diungkapkan oleh salah satu warga Dusun Kamar Kajang, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Nur Kholik. Dia menjelaskan selain rumah dan lahannya yang cukup luas hingga kini masih terkubur material pasir.

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai penambang pasir manual ini menganggap, pasir erupsi Gunung Semeru yang berada di lahan miliknya tersebut merupakan aset tersendiri yang bisa dijadikan penghasilan ketika kondisi telah normal. “Jangan sampai ketika kami pindah ke Huntara, pasir-pasir ini dikeruk oleh perusahaan besar. Jika itu dikeruk, kita mau kerja apa?,” ucapnya, Kamis (13/1/2022).

Nur Kholik mengatakan, warga sekitar memiliki trauma mendalam akan hal itu. Pasca erupsi beberapa tahun silam, mereka dikumpulkan di balai desa untuk dimintai tandatangan persetujuan ada perusahaan yang akan melakukan pertambangan pasir modern.

Saat itu warga dijanjikan perbaikan jalan, pembangunan bendungan, perekrutan karyawan hingga pembagian wilayah untuk tambang modern dan tambang konvensional. Namun ternyata hal tersebut tidak pernah terealisasi.  “Mereka janji banyak tapi setelah di setujui tidak ada yang dilaksanakan sama sekali,” tegasnya.
Untuk itu, warga Dusun Kamar Kajang meminta kejelasan kepada Pemkab Lumajang mengenai aset-aset yang akan mereka tinggalkan. Dan meminta untuk dilakukan sosialisasi ulang sebelum proses relokasi ke Huntara dilaksanakan.

Sekedar informasi, Pemkab Lumajang berencana merelokasi warga yang rumahnya terkubur dan warga yang bermukim di tepi sungai yang menjadi aliran lahar Gunung Semeru ke Huntara yang ada Desa Sumber Mujur.

Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada hari Sabtu (4/12/2021) silam telah mengubur pemukiman warga di 5 Dusun. Yakni Curah Kobokan, Kajar Kuning, Kamar Kajang, Kampung Renteng dan Kebon Deli Utara. (hud/ros).

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *