Pasca Viral, Sesajen Tetap Digunakan untuk Salamatan Jembatan Gantung di Lumajang

  • Share
Sesajen Tetap Dugunakan Salamatan
Prosesi salamatan di lokasi pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo, Lumajang, Rabu (12/1/2022). (Foto : Dokumentasi Relawan Semeru for Narasinews.id)

Narasinews.idLUMAJANG – Pasca viral video pembuangan sesajen di lereng Gunung Semeru tepatnya di Dusun Sumbersari, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo beberapa hari yang lalu, kearifan lokal tersebut tetap digunakan oleh warga setempat untuk upacara ada.

Seperti yang dilakukan oleh masyarakat di Kecamatan Candipuro. Mereka menggelar upacara adat menggunakan sesajen saat memulai pengerjaan pembangunan jembatan gantung sementara yang menghubungkan Kecamatan Candipuro dan Kecamatan Pronojiwo, Rabu (12/1/2022).

Gelaran upacara adat tersebut dihadiri oleh PT Brantas Abipraya selaku pelaksana pembangunan jembatan gantung sementara, warga sekitar, tokoh agama, perangkat Desa Sumber Wuluh dan pihak Kecamatan Candipuro.

Saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Plt Camat Candipuro, Abdul Aziz mengatakan, tujuan dari digelarnya upacara adat tersebut semata mendoakan pengerjaan jembatan gantung berjalan lancar dan diberikan keselamatan kepada para pekerja. “Tujuan salamatan ini ya hanya memohon keselamatan dan diberi kelancaran,” ucap Aziz.

Diketahui beberapa waktu lalu, viral video berdurasi 27 detik memperlihatkan pria yang diduga relawan melakukan perusakan sesajen yang ada di Dusun Sumbersari, Desa Supit Urang, Kecamatan Candipuro, Lumajang.

Pasca kejadian yang mendapat kecaman dari banyak pihak tersebut, Aziz menegaskan, bahwa salamatan dengan sesajen tersebut bukan bermaksud menyinggung siapapun. Melainkan untuk melestarikan budaya yang di tinggalkan oleh leluhur. “Bagaimanapun masyarakat lereng Gunung Semeru adalah orang Jawa asli yang memiliki tradisi peninggalan leluhur yang perlu di lestarikan” tegasnya

Lebih lanjut, Aziz menyayangkan, kejadian yang terjadi beberapa waktu lalu itu. “Sesajen itu merupakan kearifan lokal yang seharusnya kita hargai dan hormati. Bukan malah saling menyalahkan,” tambahnya.

Aziz menyampaikan, proses pembangunan jembatan gantung sementara yang menghubungkan dua kecamatan itu ditargetkan selesai dalam jangka waktu dua bulan kedepan. “Ini tadi pembangunan pondasi jembatan. Insya Allah bila tidak ada kendala, dua bulan kedepan jembatannya sudah bisa dilewati. Namun khusus pejalan kaki dan pengendara sepeda motor,” pungkasnya. (hud/ros).

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *